Jumlah Senjata Nuklir Siap Pakai Melonjak Jadi 9.576, Setara 135.000 Bom Hiroshima
Kamis, 30 Maret 2023 - 07:28 WIB
Laporan NPA pada hari Rabu menunjukkan bahwa jumlah hulu ledak nuklir secara global telah menurun karena Amerika Serikat (AS) dan Rusia membongkar beberapa senjata lama mereka setiap tahun.
Namun, Grethe Ostern dari NPA memperingatkan bahwa produksi hulu ledak nuklir baru akan segera melebihi pembongkaran senjata yang lama.
“Peningkatan ini mengkhawatirkan, dan melanjutkan tren yang dimulai pada 2017. Jika ini tidak berhenti, kita akan segera melihat peningkatan juga jumlah total senjata nuklir di dunia untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin,” ujarnya.
Hans M Kristensen, direktur Nuclear Information Project di Federation of American Scientists (FAS) dan juga kontributor untuk Nuclear Weapons Ban Monitor, mengatakan sekitar lima negara bertanggung jawab atas peningkatan hulu ledak siap pakai.
“Rusia, China, India, Korea Utara, dan Pakistan terus memperluas persediaan hulu ledak mereka pada tahun 2022, menghasilkan peningkatan yang sesuai sebanyak 136 hulu ledak juga dalam total global persediaan hulu ledak yang tersedia untuk digunakan oleh militer,” kata Kristensen, seperti dikutip AFP, Kamis (30/3/2023).
Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini meningkatkan ketegangan nuklir dengan mengumumkan bahwa apa yang disebut senjata nuklir taktis akan dikerahkan di Belarusia, di perbatasan Uni Eropa.
Namun, Grethe Ostern dari NPA memperingatkan bahwa produksi hulu ledak nuklir baru akan segera melebihi pembongkaran senjata yang lama.
“Peningkatan ini mengkhawatirkan, dan melanjutkan tren yang dimulai pada 2017. Jika ini tidak berhenti, kita akan segera melihat peningkatan juga jumlah total senjata nuklir di dunia untuk pertama kalinya sejak Perang Dingin,” ujarnya.
Hans M Kristensen, direktur Nuclear Information Project di Federation of American Scientists (FAS) dan juga kontributor untuk Nuclear Weapons Ban Monitor, mengatakan sekitar lima negara bertanggung jawab atas peningkatan hulu ledak siap pakai.
“Rusia, China, India, Korea Utara, dan Pakistan terus memperluas persediaan hulu ledak mereka pada tahun 2022, menghasilkan peningkatan yang sesuai sebanyak 136 hulu ledak juga dalam total global persediaan hulu ledak yang tersedia untuk digunakan oleh militer,” kata Kristensen, seperti dikutip AFP, Kamis (30/3/2023).
Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini meningkatkan ketegangan nuklir dengan mengumumkan bahwa apa yang disebut senjata nuklir taktis akan dikerahkan di Belarusia, di perbatasan Uni Eropa.
Lihat Juga :