PM Netanyahu Pecat Menhan Israel karena Berani Melawannya

Senin, 27 Maret 2023 - 07:22 WIB
Reformasi yudisial yang direncanakan juga berupaya mengesahkan undang-undang yang akan memberi Parlemen wewenang untuk mengesampingkan keputusan Mahkamah Agung dengan mayoritas dasar dan membatasi peninjauan kembali undang-undang.

Netanyahu dan sekutunya mengatakan rencana itu akan mengembalikan keseimbangan antara cabang yudisial dan eksekutif dan mengendalikan apa yang mereka lihat sebagai pengadilan intervensionis dengan simpati liberal.

Tetapi para kritikus mengatakan konstelasi undang-undang akan menghilangkan "check and balances" dalam sistem demokrasi Israel dan memusatkan kekuasaan di tangan koalisi pemerintahan.

Selama tiga bulan terakhir, puluhan ribu demonstran telah turun ke jalan bersama dengan para pemimpin militer dan bisnis, yang menentang proposal tersebut.

Para pemimpin industri teknologi tinggi Israel mengatakan reformasi itu akan menakut-nakuti investor. Sekutu-sekutu utama Israel, termasuk Amerika Serikat dan Jerman, juga menyuarakan keprihatinan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!