Zakir Naik: Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid Boleh karena di Tanah Taklukkan Muslim
Sabtu, 18 Juli 2020 - 12:27 WIB
"Bisakah tempat suci—gereja atau kuil—dikonversi menjadi masjid? Setelah itu ditaklukkan, jawabannya ya," katanya.
"Apa yang saya baca di media adalah bahwa ada banyak negara Muslim, dan banyak yang disebut pengkhotbah dan cendekiawan Muslim dari negara-negara Barat, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Turki dan apa yang dilakukan Erdogan adalah salah," lanjut dia, yang video YouTube-nya dipublikasikan Middle East Media Research Institute (MEMRI), Sabtu (18/7/2020).
"Hanya jika ada perjanjian antara Muslim dan non-Muslim, atau jika non-Muslim tunduk, atau mereka adalah dhimmi—non-Muslim yang hidup di bawah hukum pemerintahan Islam...Itulah satu-satunya kondisi di mana umat Islam memberi mereka keamanan dan mereka membayar jizya (pajak). Sejauh ketika penguasa Ottoman menaklukkan Konstantinopel, itu adalah penaklukan, itu adalah perang," paparnya. (Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli )
"Banyak Muslim yang tinggal di negara-negara Barat atau bahkan beberapa Muslim yang tinggal di tanah Arab berusaha bersikap lunak kepada non-Muslim dan mencoba itu," lanjut Zakir Naik.
"Banyak dari mereka memberikan vonis yang bertentangan dengan Alquran dan Sunnah. Hati-hati jika Anda akan melawan saudara Muslim kita (Erdogan)," imbuh Zakir Naik.
"Apa yang saya baca di media adalah bahwa ada banyak negara Muslim, dan banyak yang disebut pengkhotbah dan cendekiawan Muslim dari negara-negara Barat, yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan Turki dan apa yang dilakukan Erdogan adalah salah," lanjut dia, yang video YouTube-nya dipublikasikan Middle East Media Research Institute (MEMRI), Sabtu (18/7/2020).
"Hanya jika ada perjanjian antara Muslim dan non-Muslim, atau jika non-Muslim tunduk, atau mereka adalah dhimmi—non-Muslim yang hidup di bawah hukum pemerintahan Islam...Itulah satu-satunya kondisi di mana umat Islam memberi mereka keamanan dan mereka membayar jizya (pajak). Sejauh ketika penguasa Ottoman menaklukkan Konstantinopel, itu adalah penaklukan, itu adalah perang," paparnya. (Baca juga: Erdogan: Jadi Masjid, Salat Pertama di Hagia Sophia 24 Juli )
"Banyak Muslim yang tinggal di negara-negara Barat atau bahkan beberapa Muslim yang tinggal di tanah Arab berusaha bersikap lunak kepada non-Muslim dan mencoba itu," lanjut Zakir Naik.
"Banyak dari mereka memberikan vonis yang bertentangan dengan Alquran dan Sunnah. Hati-hati jika Anda akan melawan saudara Muslim kita (Erdogan)," imbuh Zakir Naik.
(min)
Lihat Juga :