Kelompok HAM Sebut Iran Eksekusi Mati Tahanan Politik Kurdi

Sabtu, 18 Maret 2023 - 07:55 WIB
Ebrahimi membantah tuduhan tersebut, dengan kelompok hak asasi mengatakan dia hanya bekerja sebagai porter yang membawa barang dari Irak. Baik IHR maupun Hengaw menggambarkannya sebagai “tahanan politik” yang telah mengalami pengakuan paksa saat di penjara.

Amnesty International mengutuk eksekusi yang terjadi "setelah pengadilan yang sangat tidak adil yang mengandalkan 'pengakuan' yang tercemar penyiksaan."

Baca juga: Iran Tangkap Lebih dari 100 Orang Atas Dugaan Peracunan Siswi Sekolah

Kelompok hak asasi yang berbasis di London menambahkan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei “harus berhenti menggunakan hukuman mati sebagai alat represi politik dan melakukan moratorium eksekusi.”

Ada kekhawatiran eksekusi Ebrahimi akan segera terjadi setelah dia diizinkan bertemu dengan keluarganya dan dipindahkan ke sel isolasi.

IHR mengatakan protes terjadi di luar pintu penjara Urmia pada Kamis malam setelah eksekusinya akan segera dilakukan, dan putranya ditangkap.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!