Cari Pesawat Cessna yang Hilang, Tim SAR Filipina Masuk ke Kawah Gunung Berapi

Selasa, 21 Februari 2023 - 04:30 WIB
Baca: Filipina-AS Pertimbangkan Gelar Patroli Bersama di Laut China Selatan

“Ini operasi yang sangat berisiko,” kata direktur Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina Teresito Bacolcol kepada The Associated Press. “Ini berpacu dengan waktu dan ini adalah masalah hidup dan mati, tetapi ada juga bahaya longsoran batu dan lahar vulkanik,” lanjutnya.

Tim penyelamat dapat memasuki zona bahaya permanen 6 km di sekitar gunung berapi karena “ini adalah situasi yang luar biasa”. “Pencarian dan penyelamatan harus dilakukan oleh para ahli yang terlatih, yang harus didukung oleh kontingen darurat yang siaga dan waspada terhadap risiko yang ada,” kata Bacolcol.

Gunung Mayon terakhir meletus pada 2018. Letusannya membuat puluhan ribu penduduk desa mengungsi. Saat ini gunung tersebut berada di bawah tingkat siaga kedua dari lima gunung berapi, yang berarti gempa vulkanik, emisi uap dan gas, deformasi tanah, serta semburan abu dan uap yang terputus-putus telah terdeteksi secara sporadis.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!