Raksasa Barang Konsumen Unilever Ancam Hengkang dari Rusia

Jum'at, 10 Februari 2023 - 15:33 WIB
“Saya harap kami dapat melindungi orang-orang yang kami miliki di lapangan untuk beberapa waktu. Perang telah memicu inflasi di Rusia, yang menjadi momok ekonomi. Dan volume bisnis Rusia kami turun secara signifikan, dua digit,” ujar Jope dalam pernyataan untuk media, seperti dikutip Reuters.

Dia mencatat bahwa "keluar tidak mudah," dan perusahaan tidak ingin meninggalkan sekitar 3.000 staf yang saat ini dipekerjakan di Rusia.

Unilever menghentikan ekspor ke Rusia dan impor dari negara itu pada Maret tahun lalu, tak lama setelah dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina.

Perusahaan juga menghentikan investasi, periklanan, dan proyek lebih lanjut di negara ini. Namun, perusahaan terus memasok "produk makanan dan kebersihan vital" yang diproduksi secara lokal kepada warga Rusia, tetapi menetapkan setiap keuntungan dari penjualan tersebut akan tetap berada di Rusia.

Per 31 Desember, aset Rusia Unilever berjumlah sekitar USD968,6 juta, termasuk empat pabrik. Bisnis di Rusia menyumbang 1,4% dari total omset Unilever dan 2% dari laba bersihnya pada tahun 2022.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!