Pandemi Memburuk, WHO: Banyak Negara Bergerak ke Arah yang Salah

Rabu, 15 Juli 2020 - 11:09 WIB
“Warga harus memahaminya dan harus mudah bagi mereka untuk mematuhinya,” kata Ryan. “Kita perlu belajar untuk hidup dengan virus ini,” katanya, memperingatkan bahwa harapan virus bisa diberantas atau bahwa vaksin yang efektif bisa siap dalam beberapa bulan ke depan ialah “tidak realistis”.

Dia mengatakan, belum diketahui apakah pemulihan dari virus korona akan menyebabkan kekebalan atau jika memang demikian, berapa lama kekebalan itu akan bertahan. Sebuah studi terpisah yang dirilis pada Senin lalu oleh para ilmuwan di King's College, London, menunjukkan bahwa kekebalan terhadap virus corona mungkin berumur pendek. Para ilmuwan di kampus mempelajari 96 orang untuk memahami cara tubuh melawan virus corona secara alami dengan membuat antibodi dan berapa lama ia bertahan selama berminggu-minggu serta berbulan-bulan setelah pemulihan. (Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)

Meskipun hampir semua dari pasien yang berpartisipasi memiliki antibodi mampu menetralkan dan menghentikan virus corona, tapi kadarnya mulai berkurang selama tiga bulan penelitian. Pada rapat pengarahan WHO, para ahli kesehatan juga mengatakan, ada bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 10 tahun hanya dipengaruhi secara sangat ringan oleh Covid-19, sedangkan mereka yang berusia di atas 10 tahun tampaknya menderita gejala ringan serupa dengan orang dewasa muda. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!