Pandemi Memburuk, WHO: Banyak Negara Bergerak ke Arah yang Salah

Rabu, 15 Juli 2020 - 11:09 WIB
Dalam rapat pengarahan di Jenewa pada Senin (13/7/2020), Tedros mengatakan “pesan campur aduk dari para pemimpin” merongrong kepercayaan publik dalam mengendalikan pandemi. “Virus masih menjadi musuh masyarakat nomor satu, namun tindakan banyak pemerintah dan orang tidak mencerminkan hal ini,” tuturnya.

Tedros mengatakan, langkah-langkah seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker dalam situasi yang tepat perlu ditanggapi dengan serius. Ia memperingatkan bahwa tidak akan ada lagi “kembali ke normal lama di masa mendatang”.

Sementara itu, Mike Ryan, direktur kedaruratan WHO, mengatakan pelonggaran beberapa langkah pembatasan di Amerika dan pembukaan sejumlah daerah telah menyebabkan “penularan yang intens”. WHO mengatakan jumlah kasus Covid-19 meningkat di tempat langkah-langkah yang sudah terbukti ampuh tidak diadopsi atau diikuti, misalnya Brasil, yang presidennya Jair Bolsonaro menentang langkah-langkah pembatasan untuk menekan penyebaran virus. (Baca juga: Bukannya Siap Kerja, Lulusan SMK Justru Mendominasi Jumlah Pengangguran)

Amerika Latin sudah mengonfirmasi lebih dari 145.000 kasus kematian terkait virus korona, meskipun jumlah sebenarnya diyakini lebih tinggi karena jumlah pengujian tidak memadai. Setengah dari kematian itu terjadi di Brasil, yang presidennya, Jair Bolsonaro, menentang langkah-langkah tegas untuk menekan penyebaran virus.

Ryan mengatakan, penutupan wilayah secara luas akan mengakibatkan konsekuensi ekonomi yang besar, tapi karantina lokal di tempat-tempat tertentu mungkin diperlukan untuk memitigasi penyebaran virus. Dia mendesak pemerintah menerapkan strategi yang jelas dan “kuat”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!