China Berhasil Kloning 3 Sapi Super untuk Pertama Kalinya
Rabu, 01 Februari 2023 - 02:31 WIB
Holsteins dikenal dengan produksi susunya, dan sapi super akan mampu menghasilkan hingga 36.000 pon susu setahun.
Tak lama setelah pandemi Covid-19, China meningkatkan impor produk susunya dari Amerika Serikat (AS). Laporan AgriPulse menyebutkan bahwa pada tahun 2021, impor susu China dari Amerika melonjak hingga 75 persen.
Ilmuwan Northwest A&F University, China, mengambil sampel dari satu telinga sapi super dan menggunakannya untuk membuat kloning.
Laporan Global Times mengatakan hanya sejumlah kecil sapi perah China yang sangat produktif, hanya lima dari 10.000 ekor, dan upaya kloning dapat meningkatkan produksi susu negara secara besar-besaran.
Sejumlah kecil sapi dianggap sebagai sapi super, dan China telah berupaya melestarikan gen untuk mendukung kawanan sapi yang sangat produktif.
Menurut siaran pers dari Northwest A&F University, anak sapi baru hasil kloning itu memiliki kemiripan bentuk dan pola kulit.
Pimpinan proyek, Jin Yaping, mengatakan kepada Global Times bahwa teknologi reproduksi digunakan bersamaan dengan teknologi kloning, dan embrio ditanamkan pada pengganti produksi rendah. Kombinasi teknologi reproduksi dan kloning menghasilkan tiga anak sapi yang sukses.
Tak lama setelah pandemi Covid-19, China meningkatkan impor produk susunya dari Amerika Serikat (AS). Laporan AgriPulse menyebutkan bahwa pada tahun 2021, impor susu China dari Amerika melonjak hingga 75 persen.
Ilmuwan Northwest A&F University, China, mengambil sampel dari satu telinga sapi super dan menggunakannya untuk membuat kloning.
Laporan Global Times mengatakan hanya sejumlah kecil sapi perah China yang sangat produktif, hanya lima dari 10.000 ekor, dan upaya kloning dapat meningkatkan produksi susu negara secara besar-besaran.
Sejumlah kecil sapi dianggap sebagai sapi super, dan China telah berupaya melestarikan gen untuk mendukung kawanan sapi yang sangat produktif.
Menurut siaran pers dari Northwest A&F University, anak sapi baru hasil kloning itu memiliki kemiripan bentuk dan pola kulit.
Pimpinan proyek, Jin Yaping, mengatakan kepada Global Times bahwa teknologi reproduksi digunakan bersamaan dengan teknologi kloning, dan embrio ditanamkan pada pengganti produksi rendah. Kombinasi teknologi reproduksi dan kloning menghasilkan tiga anak sapi yang sukses.
Lihat Juga :