Standar Ganda Swedia: Bakar Al-Qur’an Kebebasan Berekspresi, Bakar Bendera LGBT Ujaran Kebencian

Selasa, 31 Januari 2023 - 22:59 WIB
Sebagai contoh adalah yang terjadi saat pejabat bernama Rebecka Fallenkvist ketika mem-posting materi yang menyinggung penulis Yahudi; Anne Frank. Alih-alih menyebutnya sebagai kebebasan berekspresi, mereka justru mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan jabatan Fallenkvist.

Pada kasus lain, Swedia juga sangat lantang mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgeder (LGBT) yang ditentang dunia Islam. Seperti diketahui, Swedia menjadi salah satu negara yang sangat terbuka untuk kaum LGBT. Bahkan mereka memiliki sejumlah perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.

Pendapat mengenai standar ganda serupa juga dilontarkan mantan politisi sayap kanan Belanda bernama Arnoud van Doorn. Pada fenomena akhir-akhir ini terkait pembakaran salinan Al-Qur’an di Swedia dan Belanda, dia melihat adanya standar ganda terhadap muslim.

“Seperti yang Anda ketahui, ada standar ganda terhadap muslim. Jika Anda membakar bendera Israel, itu akan menjadi anti-Semitisme; jika Anda membakar bendera pelangi (LGBT), itu adalah ujaran kebencian. Mereka semua provokatif, itu semua tindak pidana. Tapi jika Anda membakar Al-Qur'an, merusaknya atau mengolok-oloknya dengan cara lain, maka itu adalah kebebasan berekspresi," katanya seperti dikutip Middle East Monitor.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!