Dalang Peretasan Terbesar dalam Sejarah Kejahatan Siber Kembali ke Israel
Selasa, 31 Januari 2023 - 14:07 WIB
Baca juga: Gawat Bagi Rusia, Polandia akan Kirim Jet Tempur F-16 ke Ukraina dengan Syarat Ini
Pengacara AS Preet Bharara menyebutnya sebagai "konglomerat kriminal yang terdiversifikasi" yang meraup keuntungan ilegal ratusan juta dolar selama delapan tahun.
Menurut Bloomberg, Shalon mengaku bersalah pada tahun 2017 di "ruang sidang tertutup" setelah didakwa atas 23 dakwaan dengan imbalan hukuman yang jauh lebih ringan daripada yang dijatuhkan pada kaki tangannya.
Kesepakatan pembelaannya termasuk kesepakatan untuk denda lebih dari USD400 juta.
Baca juga: Pakar Rusia Peringatkan Korea Utara Tes Nuklir Tahun Ini, Taiwan-China Memanas
Pengacara AS Preet Bharara menyebutnya sebagai "konglomerat kriminal yang terdiversifikasi" yang meraup keuntungan ilegal ratusan juta dolar selama delapan tahun.
Menurut Bloomberg, Shalon mengaku bersalah pada tahun 2017 di "ruang sidang tertutup" setelah didakwa atas 23 dakwaan dengan imbalan hukuman yang jauh lebih ringan daripada yang dijatuhkan pada kaki tangannya.
Kesepakatan pembelaannya termasuk kesepakatan untuk denda lebih dari USD400 juta.
Baca juga: Pakar Rusia Peringatkan Korea Utara Tes Nuklir Tahun Ini, Taiwan-China Memanas
Lihat Juga :