Fakta Rasmus Paludan, Pelaku Pembakar Alquran Asal Swedia

Selasa, 24 Januari 2023 - 16:00 WIB
Pada 2019, Rasmus Paludan pernah melakukan pembakaran Alquran yang dibungkus dengan daging babi. Akibat tindakan tersebut, Facebook menangguhkan akunnya selama sebulan, setelah postingan yang menghubungkan kebijakan imigrasi dan kejahatan. Tak hanya sampai di situ, Rasmus Paludan kembali melakukan aksi membakar Alquran di Kota Linkoping, Swedia pada April 2022.

Wilayah tersebut merupakan wilayah yang banyak dihuni warga Muslim di Swedia. Aksinya itu pun berujung pada kerusuhan akibat demonstrasi massa. Insiden ini mendorong sekitar 200 pengunjuk rasa untuk melempari polisi dengan batu yang hadir guna mendampingi Paludan pada saat pembakaran Alquran. Massa kemudian membakar sejumlah kendaraan polisi.

Akibatnya, sebanyak sembilan polisi terluka dalam kerusuhan itu. Menurut keterangan, di TKP terlihat mobil terbakar dan puluhan pria bertopeng menyerang mobil polisi tersebut. Beberapa petugas polisi dilarikan ke rumah sakit akibat kerusuhan tersebut.

Baca: Usai Bakar Al-Qur'an, Rasmus Paludan: Banyak Orang Ancam Bunuh Saya!

3. Menuai Banyak Kecaman

Dari aksi pembakaran Alquran pada Sabtu lalu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengecam Paludan. Paludan membakar kitab suci umat Islam di depan Kedutaan Turki di Stockholm. Kristersson menyebut pembakaran Alquran adalah aksi yang tidak sopan oleh politisi sayap kanan yang sangat membenci Islam itu.

Turki pun membatalkan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson ke Ankara yang seharusnya berlangsung pada Sabtu kemarin. Pembakaran Alquran itu juga dikecam oleh Kementerian Luar Negeri dari beberapa negara bagian, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Bentuk gerakan rasisme dan diskriminatif di Eropa sudah berada di level Islamofobia yang sangat mengkhawatirkan.

4. Banyak Melakukan Aksi Provokatif
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!