AS Kesulitan Lacak Ribuan Simpatisan ISIS di Wilayahnya

Senin, 11 Mei 2015 - 14:13 WIB
AS Kesulitan Lacak Ribuan...
AS Kesulitan Lacak Ribuan Simpatisan ISIS di Wilayahnya
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) terlalu rentan untuk memimpin koalisi dalam memerangi ISIS. Terlebih, ribuan simpatisan ISIS yang ada di AS sulit untuk dilacak.

Hal itu disampaikan senator AS, Ron Johnson. Pentagon pada pekan lalu sudah memerintahkan tentara AS untuk siaga di pangkalan militernya setelah FBI mengungkap ada ribuan orang dianggap telah jadi simpatisan ISIS karena terinspirasi kelompok itu melalui media sosial. (Baca: ISIS Tebar Ancaman, Pentagon Siaga)

Menurut Johnson serangan dalam kontes karikatur Nabi Muhammad di Texas yang diklaim didalangi ISIS telah memunculkan stigma bahwa kelompok Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) telah menang. Dalam insiden di kontes karikatur itu, dua penyerang bersenjata ditembak mati tim SWAT setelah menyerang penjaga keamanan di lokasi kontes.

”Strategi terbaik AS adalah mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah agar kenyataan yang disampaikan bahwa bahwa bukan kelompok ini yang menang, tapi itu adalah sebuah kelompok yang kalah,” ujarnya.

Menurut Johnson, pelacakan ribuan simpatisan ISIS di AS akan jadi tantangan, karena hal itu sulit dilakukan. ”Masalahnya adalah, apa yang Anda lakukan dengan (orang) yang belum atau tidak besalah? kata Johnson.

“Kami memiliki hukum, kita memiliki konstitusi, dan itu sangat sulit bagi aparat penegak hukum ketika Anda mungkin memiliki puluhan ribu simpatisan. Bagaimana Anda melacak mereka semua,” lanjut senator AS itu.

Johnson mengutip laporan yang diterbitkan bulan Maret 2015, yang menyebut ada 46 ribu hingga 90 ribu akun Twitter yang mendukung ISIS. ”Sekarang, Twitter mulai menutup (akun-akun itu),” ujar Johnson.

”Tapi hanya untuk mempertimbangkan mungkin 90 ribu orang tertarik dengan ideologi barbar ini. Jadi kita sudah mendapat tumpukan jerami yang sangat besar. Kami sedang mencari jarum di dalamnya,” lanjut dia, seperti dilansir CNN, Senin (11/5/2015).
(mas)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
1 jam yang lalu
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
2 jam yang lalu
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
6 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
7 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
8 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
9 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved