Saudi Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Yaman
Kamis, 07 Mei 2015 - 21:24 WIB
Saudi Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Yaman
A
A
A
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi menyatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya mengirim pasukan darat ke wilayah Yaman. Kemungkinan pengiriman pasukan darat terbuka ketika pemberontak Houthi mulai memperluas serangan mereka ke wilayah Saudi.
Selama ini, Saudi hanya merespon dengan melakukan serangan udara ke beberapa basis Houhti yang berada di dekat wilayah perbatasan. Namun, juru bicara koalisi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri menyebut, semua opsi militer telah terbuka saat ini.
"Sangat dimungkinkan untuk kembali melakukan serangan baru, termasuk dengan melakukan serangan melalui darat. Semua pilihan saat ini sudah terbuka, apapun akan kami lakukan untuk mencegah Houhti kembali melakukan serangan ke wilayah kami," ucap Asiri, seperti dilansir Reuters pada Kamis (7/5/2015).
Sementara itu, rencana Saudi untuk mengirimkan pasukan darat ke Yaman diutarakan hanya beberapa jam sebelum pembahasan mengenai gencatan senjata di negara tersebut. Pembahasan ini akan dilakukan oleh koalisi Teluk dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry.
Kerry yang tiba di Riyadh siang tadi dilaporkan sedang berusaha untuk membunjuk kolaisi Teluk agar mengadakan jeda kemanusiaan, dan bila memungkinkan membujuk koalisi Teluk untuk menghentikan serangan ke wilayah Yaman.
Selama ini, Saudi hanya merespon dengan melakukan serangan udara ke beberapa basis Houhti yang berada di dekat wilayah perbatasan. Namun, juru bicara koalisi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri menyebut, semua opsi militer telah terbuka saat ini.
"Sangat dimungkinkan untuk kembali melakukan serangan baru, termasuk dengan melakukan serangan melalui darat. Semua pilihan saat ini sudah terbuka, apapun akan kami lakukan untuk mencegah Houhti kembali melakukan serangan ke wilayah kami," ucap Asiri, seperti dilansir Reuters pada Kamis (7/5/2015).
Sementara itu, rencana Saudi untuk mengirimkan pasukan darat ke Yaman diutarakan hanya beberapa jam sebelum pembahasan mengenai gencatan senjata di negara tersebut. Pembahasan ini akan dilakukan oleh koalisi Teluk dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry.
Kerry yang tiba di Riyadh siang tadi dilaporkan sedang berusaha untuk membunjuk kolaisi Teluk agar mengadakan jeda kemanusiaan, dan bila memungkinkan membujuk koalisi Teluk untuk menghentikan serangan ke wilayah Yaman.
(esn)