AFP: Eksekusi Mati, Peringatan Kepada Gembong Narkoba

Senin, 04 Mei 2015 - 16:49 WIB
AFP: Eksekusi Mati,...
AFP: Eksekusi Mati, Peringatan Kepada Gembong Narkoba
A A A
CANBERA - Polisi Federal Australia (AFP) menyatakan, eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Indonesia menjadi peringatan kepada seluruh gembong narkoba asal Australia. AFP menyatakan, peringatan ini berlaku kepada pengedar narkoba asal Australia di luar negeri.

"Warga Australia yang terlibat dalam perdagangan narkoba di luar negeri harus tahu kemungkinan besar mereka akan menghadapi hukuman mati," kata Komisaris AFP, Andrew Colvin, seperti dilansir Skynews pada Senin (4/5/2015).

Colvin juga mengatakan, ia tidak akan meminta maaf karena menyampaikan informasi kepada pihak berwenang Indonesia terkait Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang menyebabkan kedua orang itu akhirnya dieksekusi.

”Keputusan seperti ini tidak bisa dianggap enteng. Keputusan terhadap mereka memang menyakitkan. Tapi, kami tidak bisa meminta maaf untuk peran kita dalam mencoba untuk menghentikan impor narkoba," tambahnya.

Dirinya menyatakan, memberikan informasi itu kepada pihak kepolisian Indonesia karena mereka mencurigai Chan dan Myuran akan melakukan penyelundupan narkoba. Colvin mengaku sudah memantau kedua orang itu sejak berada di Austalia, namun tidak memiki bukti yang cukup untuk bisa menangkapnya.

Chan dan Sukumaran, dua gembong narkoba Bali Nine Australia ditangkap polisi Indonesia pada tahun 2005 di Bali ketika mencoba menyelundupkan 8 kg heroin ke Australia. Mereka dieksekusi bersama beberapa gembong narkoba lain pada pekan lalu.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
37 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
5 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved