Saudi Curiga Pasukan Iran Ikut Perang di Yaman

Minggu, 12 April 2015 - 08:36 WIB
Saudi Curiga Pasukan...
Saudi Curiga Pasukan Iran Ikut Perang di Yaman
A A A
RIYADH - Arab Saudi curiga bahwa pasukan Iran sudah berada di Yaman dan ikut berperang. Kecurigaan Saudi muncul setelah dua perwira militer Iran dilaporkan ditangkap di Kota Aden selatan.

Juru bicara operasi militer Koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri, mengatakan, bahwa koalisi tidak mengesampingkan kemungkinan keterlibatan pasukan Iran dalam perang di Yaman. Hal itu dia sampaikan dalam konferensi pers di Riyadh, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (12/4/2015).

Menurut jenderal Saudi itu, koalisi telah menemukan bukti bahwa Iran memang mendukung milisi pemberontak Houthi di Yaman yang ingin mengkudeta pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi.

Sebelumnya, dua perwira militer Iran yang dituding sebagai penasihat pemberontak Houthi ditangkap di Kota Aden selatan dalam pertempuran pada hari Jumat malam. Menurut Reuters, para milisi lokal loyalis Presiden Hadi menyatakan, bahwa dua perwira militer Iran yang ditangkap itu merupakan perwira elite di korps Garda Revolusi Republik Islam. (Baca: Milisi Pro-Presiden Hadi Klaim Tangkap 2 Perwira Iran)

Seorang anggota milisi setempat, kedua perwira militer Iran itu berpangkat kapten dan kolonel. "Keduanya ditangkap di dua wilayah yang berbeda," kata seorang anggota milisi loyalis Presiden Hadi yange berbicara dalam kondisi anonim.

”Saat ini, kami sudah menempatkan keduanya di tempat yang aman, dan dalam waktu dekat kami akan menyerahkan mereka kepada pasukan operasi "Decesive Storm" atau Koalisi Teluk,” lanjut dia kepada Reuters.

Jenderal Asseri menambahkan, sejak agresi militer Koalisi Teluk dimulai lebih dari dua minggu lalu, setidaknya sudah 1.200 serangan udara telah diluncurkan.

Sampai saat ini, Iran belum mengkonfirmasi laporan dugaan pasukannya ikut berperang di Yaman. Iran selama ini begitu keras menentang agresi militer di Yaman dan menyerukan solusi perundingan damai Houthi dan kubu Presiden Hadi tanpa campur tangan asing.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
4 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved