Palestina: KAA di Indonesia Jadi Tekanan untuk Israel!
Jum'at, 10 April 2015 - 19:30 WIB
Palestina: KAA di Indonesia Jadi Tekanan untuk Israel!
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Otoritas Palestina mengapresiai digelarnya Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Indonesia yang kembali mengusung krisis Palestina sebagai sala satu tema. Palestina menegaskan, KAA di Indonesia kali ini akan menjadi tekanan bagi Israel.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdaweh, mengaku tidak terlalu terkejut jika krisis Palestina kembali jadi topik pembahasan KAA di Indonesia. Sebab, kata dia, negara-negara anggota KAA, terutama Indonesia merupakan pendukukung utama Palestina yang berjuang meraih kemerdekaan.
"Bukan sebuah kejutan bagi Afrika dan Asia yang masih berkomitmen mengangkat isu tentang kami, dengan satu alasan yakni karena Palestina belum juga merdeka," ucap Mehdaweh, di Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Menurutnya, isu krisis Palestina di KAA akan menjadi topi bahasan yang penting. Deklarasi KAA di Indonesia nanti, kata dia, bisa menjadi tekanan bagi pemerintah Israel.
"Ini akan menjadi hal yang signifikan, bagi kami akan menjadi hal yang signifikan. Karena hal ini akan memberikan warga kami harapan, bahwa seluruh dunia tetap berkomitmen pada (perjuangan) kami," katanya.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdaweh, mengaku tidak terlalu terkejut jika krisis Palestina kembali jadi topik pembahasan KAA di Indonesia. Sebab, kata dia, negara-negara anggota KAA, terutama Indonesia merupakan pendukukung utama Palestina yang berjuang meraih kemerdekaan.
"Bukan sebuah kejutan bagi Afrika dan Asia yang masih berkomitmen mengangkat isu tentang kami, dengan satu alasan yakni karena Palestina belum juga merdeka," ucap Mehdaweh, di Jakarta, Jumat (10/4/2015).
Menurutnya, isu krisis Palestina di KAA akan menjadi topi bahasan yang penting. Deklarasi KAA di Indonesia nanti, kata dia, bisa menjadi tekanan bagi pemerintah Israel.
"Ini akan menjadi hal yang signifikan, bagi kami akan menjadi hal yang signifikan. Karena hal ini akan memberikan warga kami harapan, bahwa seluruh dunia tetap berkomitmen pada (perjuangan) kami," katanya.
(esn)