Jalan Panjang Pengakuan Negara Palestina, Indonesia Termasuk Kelompok Awal

Kamis, 25 September 2025 - 15:13 WIB
loading...
Jalan Panjang Pengakuan...
Jalan panjang pengakuan negara Palestina. Foto/X
A A A
GAZA - Enam negara lagi secara resmi mengakui negara Palestina , dalam upaya baru untuk solusi dua negara bagi konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung puluhan tahun. Luksemburg, Belgia, Andorra, Prancis, Malta, Monako, dan San Marino mengakui negara Palestina dalam pertemuan puncak tingkat tinggi di New York menjelang Sidang Umum PBB.

Langkah ini diambil sehari setelah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal mengumumkan pengakuan, sehingga total negara yang mengakui Palestina menjadi 159 dari 193 negara anggota PBB sejak mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat memproklamasikan negara tersebut dari Aljazair pada tahun 1988.

Antara 28 dan 30 Juli, sebuah konferensi PBB tentang solusi dua negara diketuai bersama oleh Arab Saudi dan Prancis, dengan partisipasi tingkat tinggi, sementara AS memboikotnya. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memajukan pengakuan internasional atas Palestina.

Konferensi tersebut mengeluarkan "Deklarasi New York" tentang penyelesaian damai masalah Palestina dan implementasi solusi dua negara. Deklarasi tersebut menyerukan pengakuan Palestina dan pemberian keanggotaan penuh PBB, alih-alih statusnya saat ini sebagai negara pengamat non-anggota sejak 2012.

Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, deklarasi tersebut juga menjanjikan upaya bersama "untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, mencapai penyelesaian yang adil, damai, dan langgeng atas konflik Palestina-Israel berdasarkan implementasi efektif solusi dua negara, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi Palestina, Israel, dan seluruh rakyat di kawasan tersebut."

Jalan Panjang Pengakuan Negara Palestina, Indonesia Termasuk Kelompok Awal

1. Pengakuan pada Tahun 1988

Menyusul deklarasi Arafat tentang negara Palestina di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, 83 negara mengumumkan pengakuan.

Negara-negara tersebut termasuk Turki, Iran, Aljazair, Bahrain, Indonesia, Irak, Kuwait, Libya, Malaysia, Mauritania, Maroko, Somalia, Tunisia, Yaman, Afghanistan, Bangladesh, Kuba, Yordania, Madagaskar, Nikaragua, Pakistan, dan Qatar.

Daftar tersebut juga mencakup Arab Saudi, Serbia, UEA, Zambia, Albania, Brunei Darussalam, Djibouti, Mauritius, Sudan, Pemerintahan Siprus Yunani, Ceko, Mesir, Gambia, India, Nigeria, Seychelles, Slovakia, dan Sri Lanka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Randy Martin Buka Bisnis...
Randy Martin Buka Bisnis Photobooth, Kemesraannya dengan Lyodra Curi Perhatian
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved