Presiden Yaman: Terima Kasih Negara-negara Teluk

Kamis, 26 Maret 2015 - 10:54 WIB
Presiden Yaman: Terima...
Presiden Yaman: Terima Kasih Negara-negara Teluk
A A A
ADEN - Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, bersemangat lagi setelah sepuluh negara Teluk melakukan agresi militer di Sanaa, Yaman, untuk memerangi kelompok Houthi musuh pemerintah sah Yaman. Presiden Hadi menyampaikan terima kasih kepada negara-negara Teluk itu.

Pernyataan Presiden Hadi itu disampaikan ajudan Presiden Yaman, Mohammed Marem, Kamis (26/3/2015). Presiden Hadi sendiri masih bersembunyi di Aden, setelah Istana Presiden di Sanaa diserbu kelompok Houthi pada pekan lalu. (Baca: Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Teluk Bombardir Yaman)

”Operasi (militer negara-negara Teluk) ini telah memulihkan tekad rakyat untuk melawan Houthi,” kata Marem kepada Reuters. ”Presiden dalam semangat yang tinggi dan berterima kasih kepada negara-negara Teluk, Mesir, Yordania dan Sudan dan semua negara di kawasan itu,” katanya lagi. (Baca: Agresi Militer Saudi Buat Perang di Yaman Melebar)

Arab Saudi resmi meluncurkan agresi militer di Yaman hari ini. Agresi itu, bahkan atas perintah Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. Perintah Raja Salman itu diungkap sumber di pemerintahan Saudi yang dilansir Al Arabiya. (Baca: Agresi Militer Saudi di Yaman Atas Perintah Raja Salman)

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel al-Jubeir, kepada wartawan membenarkan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah melancarkan operasi militer berupak serangan udara di Yaman untuk melawan militan Houthi.

Menurut Jubeir, selain Saudi, sembilan negara Teluk lainnya ikut melakukan agresi di Yaman untuk menyelamatkan pemerintahan Yaman yang sah di bawah kepemimpinan Presiden Hadi. ”Kami akan melakukan apa pun untuk melindungi pemerintah yang sah dari kejatuhan Yaman,” katanya. (Baca juga: Perang Yaman dan Perseteruan Sengit Iran-Saudi)
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
47 menit yang lalu
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
49 menit yang lalu
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
1 jam yang lalu
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
1 jam yang lalu
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
1 jam yang lalu
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved