Pantau Nuklir, Inggris Rekrut Mata-mata di Korut
Selasa, 24 Februari 2015 - 17:00 WIB
Pantau Nuklir, Inggris Rekrut Mata-mata di Korut
A
A
A
LONDON - Data rahasia intelijen Inggris, M16, terbongkar. Data rahasia M16 menyebut badan intelijen Inggris itu merekrut mata-mata di Korea Utara (Korut) untuk memantau nuklir rezim Pyongyang.
Sebelumnya, bocoran data rahasia intelijen Israel, Mossad juga terbongkar. Data Mossad mengungkap “perselisihan” antara Mossad dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu soal nuklir Iran. Di mana, Netanyahu mengklaim Iran tak lama lagi membuat bom nuklir, namun data Mossad menyatakan tidak ada pembuatan senjata nuklir di Iran. (Baca: Klaim PM Israel dan Mossad Soal Nuklir Iran Bertentangan)
Bocoran dokumen intelijen M16 itu diperoleh Al Jazeera yang dirilis semalam. Ini adalah bocoran intelijen terbesar setelah bocoran penyadapan yang dilakukan bekas kontraktor NSA Amerika Serikat (AS) Edward Snowden.
Untuk merekrut mata-mata di Korut, M16 membutuhkan bantuan Badan Keamanan Afrika Selatan (SSA). ”Kami meminta dukungan Anda untuk membantu petugas kami,” bunyi data dokumen rahasia M16.
Badan M16 juga meminta agar intelijen Afrika Selatan memastikan hubungan petugas MI6 dan calon mata-mata yang direkrut di Korut tidak terganggu.”Keterlibatan pemerintah Afrika Selatan tidak akan diketahui target (mata-mata),” lanjut bocoran dokumen itu.
Badan MI6 juga mengeluarkan "nomor telepon yang aman" untuk mata-mata yang direkrut itu. Tujuannya, hanya digunakan untuk menghubungi agen Inggris ketika dia memutuskan apakah akan memata-matai pemerintahnya atau tidak.
Sebelumnya, bocoran data rahasia intelijen Israel, Mossad juga terbongkar. Data Mossad mengungkap “perselisihan” antara Mossad dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu soal nuklir Iran. Di mana, Netanyahu mengklaim Iran tak lama lagi membuat bom nuklir, namun data Mossad menyatakan tidak ada pembuatan senjata nuklir di Iran. (Baca: Klaim PM Israel dan Mossad Soal Nuklir Iran Bertentangan)
Bocoran dokumen intelijen M16 itu diperoleh Al Jazeera yang dirilis semalam. Ini adalah bocoran intelijen terbesar setelah bocoran penyadapan yang dilakukan bekas kontraktor NSA Amerika Serikat (AS) Edward Snowden.
Untuk merekrut mata-mata di Korut, M16 membutuhkan bantuan Badan Keamanan Afrika Selatan (SSA). ”Kami meminta dukungan Anda untuk membantu petugas kami,” bunyi data dokumen rahasia M16.
Badan M16 juga meminta agar intelijen Afrika Selatan memastikan hubungan petugas MI6 dan calon mata-mata yang direkrut di Korut tidak terganggu.”Keterlibatan pemerintah Afrika Selatan tidak akan diketahui target (mata-mata),” lanjut bocoran dokumen itu.
Badan MI6 juga mengeluarkan "nomor telepon yang aman" untuk mata-mata yang direkrut itu. Tujuannya, hanya digunakan untuk menghubungi agen Inggris ketika dia memutuskan apakah akan memata-matai pemerintahnya atau tidak.
(mas)