2 Negara Anggota NATO Ingin Buka Kembali Kedubes di Korea Utara
Rabu, 28 Februari 2024 - 20:40 WIB
loading...
Dua negara anggota NATO ingin membuka kembali kedutaannya di Korea Utara. Foto/Reuters
A
A
A
SEOUL - Dua negara NATO ingin membuka kedutaan besar (Kedubes) di Korea Utara. Meskipun hubungan NATO dan Korea Utara kerap mengalami banyak masalah.
Tapi, ketersediaan perwakilan diplomatik menjadi hal yang signifikan untuk mendukung komunikasi yang kerap terhalang.
Sebuah tim dari Kementerian Luar Negeri Jerman saat ini berada di Pyongyang dalam perjalanan inspeksi teknis. “Mereka sedang memeriksa lokasi kedutaan Jerman selama beberapa hari,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman. Dia mencatat masih belum ada keputusan untuk membuka kembali kedutaan tersebut, yang ditutup pada Maret 2020.
Banyak kedutaan besar di Pyongyang tutup karena mereka tidak dapat merotasi staf atau mengirimkan pasokan selama krisis COVID-19.
Karena sudah berada di bawah kendali otoriter, Korea Utara memberlakukan beberapa tindakan pandemi yang paling ketat di dunia, termasuk larangan perjalanan total dan tembok perbatasan berskala besar, dan baru-baru ini mulai mengurangi pembatasan internasional.
Tapi, ketersediaan perwakilan diplomatik menjadi hal yang signifikan untuk mendukung komunikasi yang kerap terhalang.
2 Negara Anggota NATO Ingin Buka Kembali Kedubes di Korea Utara
1. Jerman
Delegasi diplomat Jerman mengunjungi ibu kota Korea Utara, Pyongyang untuk pertama kalinya sejak kedutaan besarnya ditutup selama pandemi. Itu terjadi ketika negara-negara Eropa lainnya bersiap untuk kepulangan mereka.Sebuah tim dari Kementerian Luar Negeri Jerman saat ini berada di Pyongyang dalam perjalanan inspeksi teknis. “Mereka sedang memeriksa lokasi kedutaan Jerman selama beberapa hari,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman. Dia mencatat masih belum ada keputusan untuk membuka kembali kedutaan tersebut, yang ditutup pada Maret 2020.
Banyak kedutaan besar di Pyongyang tutup karena mereka tidak dapat merotasi staf atau mengirimkan pasokan selama krisis COVID-19.
Karena sudah berada di bawah kendali otoriter, Korea Utara memberlakukan beberapa tindakan pandemi yang paling ketat di dunia, termasuk larangan perjalanan total dan tembok perbatasan berskala besar, dan baru-baru ini mulai mengurangi pembatasan internasional.
Lihat Juga :