Ganyang ISIS, Prancis Kirim Kapal Induk ke Teluk
Senin, 23 Februari 2015 - 18:13 WIB
Ganyang ISIS, Prancis Kirim Kapal Induk ke Teluk
A
A
A
PARIS - Prancis mengirim sebuah kapal induk ke wilayah Teluk pada Senin (23/2/2015). Prancis telah ambil bagian dalam koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk memerangi kelompok ISIS.
“Penggabungan dari (kapal Induk) Charles de Gaulle dalam operasi (di Irak) dimulai pagi ini,” kata staf Kementerian Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian kepada AFP.
Pesawat jet tempur setidaknya akan lepas landas dari kapal induk Prancis itu setelah kapal tersebut berlayar sekitar 200 kilometer (120 mil) di lepas pantai utara dari Bahrain menuju Irak.
Kapal induk Charles de Gaulle meninggalkan pangkalannya di Toulon pada 13 Januari 2015 untuk bergabung dengan kapal USS Carl Vinson dalam misi perang terhadap ISIS.
Sebelum pengiriman kapal induk ini, pesawat-pesawat tempur Prancis telah melakukan sekitar 100 misi pengintaian dan serangan di Irak sejak September 2014 lalu. Misi tempur Prancis itu untuk mendukug pasukan Irak dan gerilyawan Kurdi Peshmerga yang berjuang mengusir militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari tanah air mereka.
Prancis bersama Australia menjadi salah satu dari 32 negara yang berkontribusi melakukan serangan besar-besaran terhadap basis-basis ISIS di Irak dan Suriah. Koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS setidaknya sudah meluncurkan 2 ribu serangan udara sejak Agustus 2014. Namun, kelompok itu sampai saat ini masih berbuat ulah di Suriah dan Irak.
“Penggabungan dari (kapal Induk) Charles de Gaulle dalam operasi (di Irak) dimulai pagi ini,” kata staf Kementerian Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian kepada AFP.
Pesawat jet tempur setidaknya akan lepas landas dari kapal induk Prancis itu setelah kapal tersebut berlayar sekitar 200 kilometer (120 mil) di lepas pantai utara dari Bahrain menuju Irak.
Kapal induk Charles de Gaulle meninggalkan pangkalannya di Toulon pada 13 Januari 2015 untuk bergabung dengan kapal USS Carl Vinson dalam misi perang terhadap ISIS.
Sebelum pengiriman kapal induk ini, pesawat-pesawat tempur Prancis telah melakukan sekitar 100 misi pengintaian dan serangan di Irak sejak September 2014 lalu. Misi tempur Prancis itu untuk mendukug pasukan Irak dan gerilyawan Kurdi Peshmerga yang berjuang mengusir militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari tanah air mereka.
Prancis bersama Australia menjadi salah satu dari 32 negara yang berkontribusi melakukan serangan besar-besaran terhadap basis-basis ISIS di Irak dan Suriah. Koalisi anti-ISIS yang dipimpin AS setidaknya sudah meluncurkan 2 ribu serangan udara sejak Agustus 2014. Namun, kelompok itu sampai saat ini masih berbuat ulah di Suriah dan Irak.
(mas)