Jual Barang-barang Antik Jarahan, ISIS Kaya Raya

Rabu, 18 Februari 2015 - 12:23 WIB
Jual Barang-barang Antik...
Jual Barang-barang Antik Jarahan, ISIS Kaya Raya
A A A
RAQQA - Para militan ISIS menjarah barang-barang antik di Suriah dan menjualnya. Hasil penjualan itu membuat ISIS kaya raya, sebab setiap benda yang berumur 10 ribu tahun minimal dijual US$1 juta atau sekitar Rp12,8 miliar.

Setiap militan yang menjual barang-barang antik hasil jarahan di Suriah itu wajib membayar 20 persen dari hasil penjualan sebagai pajak untuk kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Barang-barang antik di Suriah yang bernilai tinggi itu dijarah ISIS, ketika mereka menghancurkan situs-situs bersejarah di kota tua di Suriah. Alasan penghancuran itu, karena benda-benda tersebut dianggap berhala.

Lantas siapa pembeli atau penadah barang-barang antik jarahan ISIS itu? Menurut penelusuran BBC, kolektor seni di Eropa dan Teluk yang membeli barang-barang kuno tersebut.

Militan ISIS menggunakan taksi menyelundupkan barang-barang antik itu dari Suriah ke Libanon dan Turki. Sesampainya di sana, sudah ada pria yang menawarkan barang-barang kuno itu ke “dealer”. Transaksi awalnya pun cukup canggih, yakni menggunakan Skype.

Kolektor seni di Eropa dan Teluk mengoleksi benda-benda antik dari jarahan ISIS itu untuk museum-museum rahasia. Hasil penjualan benda-benda kuno itu menjadi salah satu sumber utama pendapatan ISIS selain dari penjualan minyak dan uang tebusan sandera.

Salah satu penyelundup barang antik yang menyebut dirinya sebagai ”Mohammed” berusia 21 tahun mengayakan, kelompoknya melakukan hal yang terbaik untuk menghasilan uang dengan menjual barang-barang kuno seperti anting-anting, cincin, patung-patung kecil dan kepala yang terbuat dari batu dan lain-lain.

Benda-benda, kata dia, dijarah dari banyak museum di Suriah. Sebagian besar berasal dari dalam Kota Aleppo. Para kolektor seni di Teluk yang “menadah” barang-barang jarahan itu, kata dia, merupakan kolektor asal Qatar dan Dubai.

Pria yang mengaku bernama Ahmed, seorang perantara bisnis barang jarahan, mengaku baru-baru ini dia menjual satu benda kuno bernilai US$ 1,1 juta. ”Itu adalah kepingan benda berumur 8500 tahun sebelum Masehi,”katanya kepada BBC yang dilansir Selasa (17/2/2015).
(mas)
Berita Terkait
Pasca Bom Bunuh Diri...
Pasca Bom Bunuh Diri ISIS-K, Pasukan Taliban Blokade Jalan di Kawasan Bandara Kabul
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
ISIS Tingkatkan Pertempuran...
ISIS Tingkatkan Pertempuran di Sinai, Rumah Warga Jadi Jebakan Bom
Simpatisan ISIS Serang...
Simpatisan ISIS Serang Desa di Nigeria, 59 Tewas
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
38 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved