Tolak Damai, Pentolan Ultranasionalis Ukraina Pilih Perang

Sabtu, 14 Februari 2015 - 10:24 WIB
Tolak Damai, Pentolan...
Tolak Damai, Pentolan Ultranasionalis Ukraina Pilih Perang
A A A
KIEV - Pemimpin Sektor Kanan (Ultranasionalis) Ukraina, Dmitry Yarosh, mengatakan gerakan radikal yang dia pimpin menolak perjanjian damai di Minsk, Belarusia. Unit militernya bersumpah akan terus berperang dengan separatis pro-Rusia di Ukraina timur.

Pentolan Ultanasionalis Ukraina itu dalam pernyataan di halaman Facebook-nya tidak mengakui kesepakatan damai yang digelar di Minsk. Kesepakatan damai itu ditandatangani empat pemimpin dunia, yakni Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, Presiden Prancis, Francois Hollande, Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Yarosh mengklaim bahwa kesepakatan dengan milisi di Ukraina timur, yang dia sebut "teroris," tidak memiliki kekuatan hukum. Menurutnya, kesepakatan damai di Minsk bertentangan dengan konstitusi Ukraina, sehingga warga Ukraina tidak diwajibkan untuk mematuhinya. (Baca juga: Baru 24 Jam Berdamai, Ukraina Timur Perang Lagi)

“Jadi jika tentara menerima perintah untuk menghentikan kegiatan militer dan menarik senjata berat dari daerah di (Ukraina) timur, paramiliter Sektor Kanan, yang juga berjuang di sana berhak untuk melanjutkan perang,” katanya.

Yarosh terang-terangan menolak inisiatif damai yang difasilitasi Jerman dan Prancis. Menurutnya, Presiden Petro Poroshenko harus berubah sikap untuk condong ke Amerika Serikat atau Inggris. “Yang kebijakan anti-Kremlin-nya konsisten,” ujarnya.

Mantan konsultan keamanan OSCE, Lode Vanoost, seperti dilansir Russia Today, Jumat malam (13/2/2015), menyayangkan sikap pemimpin Ultranasionalis Ukraina itu. ”Ini bisa menghancurkan seluruh kesepakatan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
22 menit yang lalu
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
50 menit yang lalu
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
2 jam yang lalu
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
3 jam yang lalu
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
4 jam yang lalu
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved