Kayla Mueller, Sandera ISIS asal AS yang Benci Israel

Jum'at, 13 Februari 2015 - 15:47 WIB
Kayla Mueller, Sandera...
Kayla Mueller, Sandera ISIS asal AS yang Benci Israel
A A A
WASHINGTON - Sepak terjang Kayla Mueller, 26, wanita Amerika Serikat (AS) yang tewas ketika disandera ISIS, dalam memihak kaum tertindas ternyata tenar di kalangan penulis AS. Kayla dikenal sebagai aktivis pekerja sosial yang membenci Israel.

Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim, Kayla tewas akibat serangan udara pesawat jet tempur Yordania. Tapi, Yordania menganggap tuduhan ISIS tidak logis. Sedangkan Washington membela Yordania dengan menegaskan Kayla tewas dibunuh ISIS, bukan karena serangan Yordania.

Ron Radosh, seorang penulis untuk PJ Media, mengenal betul sosok Kayla. Wanita muda yang dianggap penting oleh Presiden Barack Obama ini, menurut Ron Radosh adalah sosok pembela hak-hak warga Palestina yang dirampas Israel. (Baca juga: Kayla, Sandera asal AS yang "Dibanderol" ISIS Rp83 Miliar)

Kayla bahkan membela perlawanan warga Palestina dengan cara melempar batu ke arah serdadu Israel. Tindakan melempar batu oleh rakyat Palestina, dianggap Kayla sebagai tindakan non-kekerasan.

“Kayla Mueller berkomitmen (mengabdikan) hidupnya untuk membantu orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Yang pertama di India, kemudian wilayah Palestina,” kata Ron Radosh, yang dilansir New York Times, kemarin.

Media AS itu juga mengutip penuturan seorang veteran perang Vietnam yang tinggal di dekat Arizona, rumah Kayla Mueller berdiri.”(Kayla Mueller) mewakili segala sesuatu yang baik untuk menjadi seorang Amerika. Dalam pertempuran antara baik dan jahat, ia mewakili yang terbaik dari yang baik,” ujarnya.

Di negaranya, Kayla tercatat menjadi relawan di tempat penampungan perempuan dan pernah bekerja di sebuah klinik HIV / AIDS. Dia bekerja dengan organisasi-organisasi kemanusiaan di India, Israel, dan wilayah Palestina untuk melayani orang lain.

Sebelum ditangkap militan ISIS di Suriah, Kayla menjadi pekerja sosial untuk menolong rakyat Suriah yang mengungsi akibat perang saudara. “Tentu saja kita harus meratapi hilangnya setiap warga Amerika. Untuk alasan apa pun, ternyata dirinya sendiri menjadi tawanan ISIS,” imbuh Ron Radosh.

Penulis ini mencatat, sikap Kayla yang berpihak pada Gerakan Solidaritas Internasional. Gerakan ini mendukung kelompok-kelompok yang ingin menghilangkan Israel, termasuk Hamas, Hizbullah, dan orang-orang di Otoritas Palestina.

Sepak terjang Kayla ini mengingatkan sosok Rachel Chorrie, aktivis wanita AS yang tewas dilindas buldozer Israel ketika beraksi membela hak-hak warga Palestina yang ditindas.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Terungkap, Perusuh di...
Terungkap, Perusuh di Iran Gunakan Taktik Mirip ISIS, Serang Kantor Polisi Dapat Rp10 Juta
Viral, Wanita AS Serang...
Viral, Wanita AS Serang Pria Yahudi: Saya Cinta Yesus, Saya Serukan ISIS Bunuh Kalian Semua
Terungkap, AS Beri Tahu...
Terungkap, AS Beri Tahu Israel Jelang Serangan terhadap Bos ISIS al-Qurayshi
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
3 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
7 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved