Quilliam: ISIS Bolehkan Gadis 9 Tahun Dinikahi Pria Dewasa
Jum'at, 06 Februari 2015 - 10:15 WIB
Quilliam: ISIS Bolehkan Gadis 9 Tahun Dinikahi Pria Dewasa
A
A
A
LONDON - Quilliam, lembaga kontra-terorisme yang berbasis di Inggris melansir dokumen rahasia yang beredar di kalangan militan wanita ISIS. Salah satu isi dokumen itu adalah dibolehkannya gadis sembilan tahun dinikahi pria dewasa.
Dokumen itu diyakini sebagai pedoman bagi perempuan yang hidup di wilayah kekuasaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sudah ganti nama menjadi Negara Islam (IS). Selain soal nikah, ISIS juga membatasi umur 15 tahun untuk batas studi yang harus diselesaikan wanita.
Dokumen itu aslinya berbahasa Arab. Judulnya setelah diterjemahkan Quilliam berbunyi; “Women of the Islamic State: Manifesto and Case Study” yang bermakna “Perempuan Negara Islam: Manifesto dan Studi Kasus".
Dokumen ini dibuat dan didistribusikan di forum jihad pada bulan Januari oleh media sayap Brigade Al-Khanssaa, sebuah kelompok cabang ISIS yang dikenal sebagai kelompok polisi wanita ISIS.
Dalam dokumen itu tertulis bahwa itu bukan kebijakan resmi ISIS, melainkan pedoman yang dibuat oleh pendukung wanita ISIS.
Naskah dokumen itu dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, soal bantahan terhadap peradaban Barat, dengan fokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan dan feminisme. Kedua, menggambarkan kehidupan perempuan di wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak.
Bagian terakhir membandingkan kehidupan perempuan di wilayah ISIS dengan orang-orang di negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Manifesto ini menekankan bahwa peran utama wanita adalah untuk tinggal di rumah dan "tetap tersembunyi”.” Dokumen ini mendorong gadis-gadis muda untuk menikah pada usia sembilan tahun,” demikian bunyi salah satu bagian manifesto wanita ISIS yang juga dilansir Russia Today, semalam.
Dokumen itu diyakini sebagai pedoman bagi perempuan yang hidup di wilayah kekuasaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang sudah ganti nama menjadi Negara Islam (IS). Selain soal nikah, ISIS juga membatasi umur 15 tahun untuk batas studi yang harus diselesaikan wanita.
Dokumen itu aslinya berbahasa Arab. Judulnya setelah diterjemahkan Quilliam berbunyi; “Women of the Islamic State: Manifesto and Case Study” yang bermakna “Perempuan Negara Islam: Manifesto dan Studi Kasus".
Dokumen ini dibuat dan didistribusikan di forum jihad pada bulan Januari oleh media sayap Brigade Al-Khanssaa, sebuah kelompok cabang ISIS yang dikenal sebagai kelompok polisi wanita ISIS.
Dalam dokumen itu tertulis bahwa itu bukan kebijakan resmi ISIS, melainkan pedoman yang dibuat oleh pendukung wanita ISIS.
Naskah dokumen itu dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, soal bantahan terhadap peradaban Barat, dengan fokus pada pendidikan, ilmu pengetahuan dan feminisme. Kedua, menggambarkan kehidupan perempuan di wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah dan Irak.
Bagian terakhir membandingkan kehidupan perempuan di wilayah ISIS dengan orang-orang di negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.
Manifesto ini menekankan bahwa peran utama wanita adalah untuk tinggal di rumah dan "tetap tersembunyi”.” Dokumen ini mendorong gadis-gadis muda untuk menikah pada usia sembilan tahun,” demikian bunyi salah satu bagian manifesto wanita ISIS yang juga dilansir Russia Today, semalam.
(mas)