Penyelidik Kejahatan Perang Gaza Mundur saat Israel Marah
Selasa, 03 Februari 2015 - 14:55 WIB
Penyelidik Kejahatan Perang Gaza Mundur saat Israel Marah
A
A
A
NEW YORK - Kepala penyelidik PBB untuk kejahatan perang Gaza, William Schabas, mengundurkan diri di saat Israel marah atas penyelidikan itu. Israel mengecam penyelidikan kejahatan perang di Gaza antara Hamas dan Israel yang menewaskan ribuan orang pada Agustus 2014 lalu.
Schabas mengundurkan diri menyusul tuduhan bias dari Israel. Dia dituduh bekerja untuk Organisasi Pembebasan Palestina .
Tokoh akademik Kanada itu ditunjuk Dewan HAM PBB pada Agustus 2014 lalu untuk memimpin penyelidikan atas kejahatan perang di Gaza. Dalam perang sekitar 50 hari itu, lebih dari 2 ribu rakyat Gaza tewas oleh invasi Israel. Sedangkan di pihak Israel korban tewas hanya mencapai puluhan jiwa.
Surat pengunduran diri Schabas sudah diserahkan ke Dewan HAM PBB. Salinan surat yang dilihat Reuters, Selasa (3/2/2015), tertulis bahwa dia mengundurkan diri agar tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak menganggu laporan dan temuan penyelidik PBB yang akan diterbitkan Maret 2015.
Dalam surat itu, Schabas menulis bahwa dia telah dituduh Israel bekerja untuk Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 2012, dengan bayaran US$ 1.300.
”Pandangan saya terhadap Israel dan Palestina serta pada banyak isu-isu lain yang terkenal dan sangat umum,” tulis dia. ”Pekerjaan ini dalam membela hak asasi manusia tampaknya telah membuat saya menjadi target besar untuk serangan berbahaya,” lanjut Schabas.
Schabas mengundurkan diri menyusul tuduhan bias dari Israel. Dia dituduh bekerja untuk Organisasi Pembebasan Palestina .
Tokoh akademik Kanada itu ditunjuk Dewan HAM PBB pada Agustus 2014 lalu untuk memimpin penyelidikan atas kejahatan perang di Gaza. Dalam perang sekitar 50 hari itu, lebih dari 2 ribu rakyat Gaza tewas oleh invasi Israel. Sedangkan di pihak Israel korban tewas hanya mencapai puluhan jiwa.
Surat pengunduran diri Schabas sudah diserahkan ke Dewan HAM PBB. Salinan surat yang dilihat Reuters, Selasa (3/2/2015), tertulis bahwa dia mengundurkan diri agar tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak menganggu laporan dan temuan penyelidik PBB yang akan diterbitkan Maret 2015.
Dalam surat itu, Schabas menulis bahwa dia telah dituduh Israel bekerja untuk Organisasi Pembebasan Palestina pada tahun 2012, dengan bayaran US$ 1.300.
”Pandangan saya terhadap Israel dan Palestina serta pada banyak isu-isu lain yang terkenal dan sangat umum,” tulis dia. ”Pekerjaan ini dalam membela hak asasi manusia tampaknya telah membuat saya menjadi target besar untuk serangan berbahaya,” lanjut Schabas.
(mas)