Chuck Hagel: Pasukan Darat AS Perlu Dikerahkan ke Irak
Sabtu, 31 Januari 2015 - 15:57 WIB
Chuck Hagel: Pasukan Darat AS Perlu Dikerahkan ke Irak
A
A
A
WASHINGTON - Chuck Hagel, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang telah mengundurkan diri mengatakan, bahwa pasukan darat AS bisa dan perlu dikerahkan ke Irak untuk melawan ISIS.
Hagel, yang mengumumkan pengunduran dirinya pada November 2014 karena mendapat tekanan, mengatakan kepada CNN, bahwa perlunya pasukan AS di Irak karena bisa diandalkan untuk mengumpulkan data intelijen dan menemukan target kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
”Saya pikir itu mungkin diperlukan penyebaran dari beberapa pasukan kami,” katanya. ”Saya mengatakan kami belum ada di sana. Apakah kita sampai di sana atau tidak, saya tidak tahu,” katanya lagi yang dilansir Reuters, Sabtu (31/1/2015).
Komentar Hagel itu sinkron dengan pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey, kepada Kongres AS beberapa waktu lalu. Saat itu, dia mengatakan tentara AS mungkin harus mengambil peran yang lebih besar di tanah Irak.
Saat ini AS telah mengerahkan 4.500 penasihat militer yang bertugas memberikan pelatihan terhap tentara Irak dalam melawan ISIS.
Hagel juga mengatakan, bahwa ia bersitegang dengan para pejabat Gedung Putih soal pembebasan tahanan di Guantanamo, Kuba. Hagel mengaku, bahwa Gedung Putih tidak setuju dengan caranya yang terlalu berhati-hati.
Ketika ditanya CNN, apakah dia ditekan pejabat Gedung Putih sehingga mundur, Hagel menjawab; ”kami telah memiliki banyak percakapan dengan pejabat Gedung Putih dan Kongres soal pembebasan tahanan.”
Hagel, yang mengumumkan pengunduran dirinya pada November 2014 karena mendapat tekanan, mengatakan kepada CNN, bahwa perlunya pasukan AS di Irak karena bisa diandalkan untuk mengumpulkan data intelijen dan menemukan target kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
”Saya pikir itu mungkin diperlukan penyebaran dari beberapa pasukan kami,” katanya. ”Saya mengatakan kami belum ada di sana. Apakah kita sampai di sana atau tidak, saya tidak tahu,” katanya lagi yang dilansir Reuters, Sabtu (31/1/2015).
Komentar Hagel itu sinkron dengan pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Jenderal Martin Dempsey, kepada Kongres AS beberapa waktu lalu. Saat itu, dia mengatakan tentara AS mungkin harus mengambil peran yang lebih besar di tanah Irak.
Saat ini AS telah mengerahkan 4.500 penasihat militer yang bertugas memberikan pelatihan terhap tentara Irak dalam melawan ISIS.
Hagel juga mengatakan, bahwa ia bersitegang dengan para pejabat Gedung Putih soal pembebasan tahanan di Guantanamo, Kuba. Hagel mengaku, bahwa Gedung Putih tidak setuju dengan caranya yang terlalu berhati-hati.
Ketika ditanya CNN, apakah dia ditekan pejabat Gedung Putih sehingga mundur, Hagel menjawab; ”kami telah memiliki banyak percakapan dengan pejabat Gedung Putih dan Kongres soal pembebasan tahanan.”
(mas)