Siswa 8 Tahun Pembela Penyerang Charlie Hebdo Picu Kontroversi

Jum'at, 30 Januari 2015 - 18:09 WIB
Siswa 8 Tahun Pembela...
Siswa 8 Tahun Pembela Penyerang Charlie Hebdo Picu Kontroversi
A A A
PARIS - Aksi Ahmed, siswa SD di Prancis berusia delapan yang memuji para penyerang kantor majalah Charlie Hebdo memicu kontroversi di negara itu.

Menteri Pendidikan Prancis, Najat Vallaud-Belkacem, ikut bereaksi karena bocah itu dilaporkan ke polisi oleh pihak sekolah.

Bahkan, Asosiasi Islam Moderat di Prancis menyoroti pihak sekolah yang menginterogasi Ahmed, sehingga bocah itu dengan lantang mengaku membela penyerang kantor majalah Charlie Hebdo. (Baca: Puji Penyerang Charlie Hebdo, Siswa 8 Tahun Dilaporkan ke Polisi)


Ihwal Ahmed yang dilaporkan ke polisi, bermula ketika pihak sekolah di Kota Nice, Prancis, menggelar kegiatan semenit mengheningkan cipta untuk mengenang teror di Paris yang menewaskan 17 orang. Tapi, Ahmed bereaksi berbeda dengan kebanyakan temannya.

Pihak sekolah pun menginterogasinya di depan kelas. Bocah kecil itu ditanya pihak sekolah; “Apakah Anda ‘Charlie’?”.

Di luar dugaan, bocah itu menjawab; "Saya bukan Charlie. Saya di pihak teroris, karena saya menentang karikatur Nabi (Muhammad). Kaum Muslim yang benar. Para wartawan itu pantas mati.”

Ketika dilaporkan ke polisi, bocah itu lagi-lagi diinterogasi. Ahmed menghabiskan 30 menit menjawab pertanyaan polisi. Ahmed tidak tahu makna “teroris” ketika ditanya polisi. Dia kemudian dibiarkan bermain dengan teman-temannya, sedangkan ayahnya terus diinterogasi polisi.

Menteri Pendidikan Prancis, Najat Vallaud-Belkacem, mengatakan reaksi bocah SD itu sepenuhnya benar untuk anak seusianya.

Menurutnya, tidak ada persoalan dalam hal hukum. Hanya saja, aduan sudah diajukan terhadap ayahnya yang diduga bersikap “brutal” terhadap staf sekolah.

Ayah Ahmed, melalui pengacara keluarga mengecam pihak sekolah yang melaporkan Ahmed ke polisi hingga bocah itu sampai diinterogasi layaknya orang dewasa. ”Ini gila. Ini tidak sebanding,"kata pengacara keluarga, Sefen Guez Guez.

”Mereka menganggap serius kata-kata seorang anak delapan tahun, yang tidak mengerti apa yang dia katakan,” katanya lagi, seperti dikutip Independent, semalam.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
41 menit yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
1 jam yang lalu
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
1 jam yang lalu
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
1 jam yang lalu
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
4 jam yang lalu
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
5 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved