Besok, Negosiasi Damai Ukraina Kembali Bergulir
Kamis, 29 Januari 2015 - 23:05 WIB
Besok, Negosiasi Damai Ukraina Kembali Bergulir
A
A
A
MINSK - Putaran terbaru dari negoisasi damai Ukraina dikabarkan akan kembali digelar pada esok hari. Minsk, Belarusia kembali menjadi kota yang ditunjuk sebagai tempat bagi negoisasi damai, yang diharapakan bisa membuka jalan bagi kedamaian di Ukraina.
Melansir Reuters, Kamis (29/1/2015), kepastian akan digelarnya putaran terbaru negosiasi damai itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Belarusia. Negosiasi ini akan melibatkan Ukraina, separatis dan Rusia, serta diawasi oleh Organisasi Kerjasama dan Kemanan Eropa (OSCE).
"Kelompok kontak menginformasikan kepada Kementerian Luar Negeri Belarusia bahwa besok, 30 Januari, mereka berniat untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya," ucap juru bicar tersebut.
Dalam pertemuan pertama pada akhir 2014 lalu, kelompok kontak berhasil mencapai kata sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Ini sempat membuat Ukraina timur lepas dari bayang-bayang pertempuran selama kurang lebih dua bulan.
Konflik di Ukraina sendiri kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir, yang ditandai dengan intesitas pertempuran yang terus meninggi. Bahkan, pertempuran semakin sering terjadi paska insiden berdarah di Mariupol.
Melansir Reuters, Kamis (29/1/2015), kepastian akan digelarnya putaran terbaru negosiasi damai itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Belarusia. Negosiasi ini akan melibatkan Ukraina, separatis dan Rusia, serta diawasi oleh Organisasi Kerjasama dan Kemanan Eropa (OSCE).
"Kelompok kontak menginformasikan kepada Kementerian Luar Negeri Belarusia bahwa besok, 30 Januari, mereka berniat untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya," ucap juru bicar tersebut.
Dalam pertemuan pertama pada akhir 2014 lalu, kelompok kontak berhasil mencapai kata sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Ini sempat membuat Ukraina timur lepas dari bayang-bayang pertempuran selama kurang lebih dua bulan.
Konflik di Ukraina sendiri kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir, yang ditandai dengan intesitas pertempuran yang terus meninggi. Bahkan, pertempuran semakin sering terjadi paska insiden berdarah di Mariupol.
(esn)