PM Jepang: Kami Tidak Akan Menyerah Pada Terorisme
Selasa, 20 Januari 2015 - 16:28 WIB
PM Jepang: Kami Tidak Akan Menyerah Pada Terorisme
A
A
A
YARUSALEM - Mendengar dua warganya diancam akan dibunuh oleh ISIS, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe langsung bereaksi. Dirinya menegaskan, Jepang tidak akan mentolelir dan tidak akan menyerah pada aksi terorisme.
Melansir IB Times, Selasa (20/1/2015), Abe yang sedang melakukan kunjungan di Israel langsung membatalkan sisa perjalanannya ke beberapa negara Timur Tengah lainnya, dan langsung kembali ke Tokyo.
Senda dengan Abe, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mentolelir segala macam aksi terorisme, terutama bila sudah mengancam warga mereka. Suga juga menyatakan, pemerintah Jepang sedang membahas langkah-langkah untuk melepaskan kedua warganya tersebut.
"Kami akan melakukan usaha terbaik untuk bisa membebaskan warga kami dari tangan ISIS sesegera mungkin," ucap Suga.
Dalam sebuah video, ISIS mengamcan akan mengeksekusi dua warga Jepang yang diketahui bernama Haruna Yukawa dan Kenji Goto jika pemerintah Negeri Sakura itu tidak membayar uang tebusan dalam waktu 72 jam ke depan. ISIS meminta tebusan sebesar USD 200 juta, atau sekitat Rp. 2,5 triliun kepada pemerintah Jepang.
Melansir IB Times, Selasa (20/1/2015), Abe yang sedang melakukan kunjungan di Israel langsung membatalkan sisa perjalanannya ke beberapa negara Timur Tengah lainnya, dan langsung kembali ke Tokyo.
Senda dengan Abe, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mentolelir segala macam aksi terorisme, terutama bila sudah mengancam warga mereka. Suga juga menyatakan, pemerintah Jepang sedang membahas langkah-langkah untuk melepaskan kedua warganya tersebut.
"Kami akan melakukan usaha terbaik untuk bisa membebaskan warga kami dari tangan ISIS sesegera mungkin," ucap Suga.
Dalam sebuah video, ISIS mengamcan akan mengeksekusi dua warga Jepang yang diketahui bernama Haruna Yukawa dan Kenji Goto jika pemerintah Negeri Sakura itu tidak membayar uang tebusan dalam waktu 72 jam ke depan. ISIS meminta tebusan sebesar USD 200 juta, atau sekitat Rp. 2,5 triliun kepada pemerintah Jepang.
(esn)