Jaksa Hong Kong: TKI Erwiana Diperlakukan seperti Budak

Selasa, 20 Januari 2015 - 15:45 WIB
Jaksa Hong Kong: TKI...
Jaksa Hong Kong: TKI Erwiana Diperlakukan seperti Budak
A A A
HONG KONG - Tenaga kerja Indonesia (TKI) Erwiana Sulistyaningsih, 23, selama disiksa majikannya di Hong Kong diperlakukan seperti budak dan tidak dibayar.

Hal itu diungkap jaksa pengadilan Hong Kong dalam sidang yang digelar Selasa (20/1/2015). Kasus penyiksaan terhadap Erwiana pernah memicu protes massal para TKI di Hong Kong.

Kasus itu pula yang membuat Presiden Indonesia-kala itu Susilo Bambang Yudhoyono- turun tangan dengan memberikan dukungan kepada Erwiana.

Menurut jaksa, Erwianadisiksa selama berbulan-bulan oleh majikannya, Law Wan-tung. Selama itu pula, dia hanya diberi sedikit roti dan nasi. Dia juga hanya diberi kesempatan tidur empat jam sehari. Selebihnya dia mengalami banyak luka akibat pukulan hingga tak sadarkan diri.

Dalam argumentasi penutup, jaksa mengaku kesulitan untuk menentukan sejak kapan luka-luka yang diderita Erwiana. Kendati demikian, jaksa menyimpulkan bahwa Erwiana diperlakukan seperti budak.

”Terdakwa (majikan Erwiana) tidak pernah puas dengan pekerjaan Erwiana. Pertanyaannya, mengapa dia diperlukan seperti itu hingga tujuh bulan, bukan mengusirnya?,” kata jaksa Louisa Lai.

“Hal ini tentu bertentangan dengan akal sehat. Satu-satunya kesimpulan adalah bahwa (Erwiana) diperlakukan seperti budak, budak tanpa dibayar,” lanjut jaksa, seperti dikutip AFP.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Graham Harris, menuduh Erwiana dan dua pembantu rumah tangga lain terlibat kasus “oportunistik". ”Bukti bahwa (kerja) dari Erwiana tidak memuaskan. Jadi berlebihan jika disimpulkan pada kebenaran,” ujarnya.

Menurutnya, luka-luka yang dialami Erwiana bisa saja disengaja. ”Bisakah Anda mengesampingkannya sebagai hipotesis yang masuk akal, bahwa setiap bekas luka atau kecacatan itu mungkin disebabkan karena kecelakaan atau jatuh?,” tanya Graham kepada hakim.
(mas)
Berita Terkait
Hong Kong Larang Masuk...
Hong Kong Larang Masuk Penerbangan dari Indonesia
Disiksa Majikan di Hong...
Disiksa Majikan di Hong Kong, TKW Indonesia Menangkan Kompensasi Rp1,6 Miliar
Banjir Bandang Landa...
Banjir Bandang Landa Hong Kong, 1 WNI Tewas
Listyowati Napiter Perempuan...
Listyowati Napiter Perempuan Mantan TKI Hong Kong Bebas Bersyarat
Mantan Loper Koran ini...
Mantan Loper Koran ini Sukses Berbisnis di Hong Kong, Jadi Inspirasi para TKI
Dua Legislator Pro Demokrasi...
Dua Legislator Pro Demokrasi Hong Kong Diciduk Polisi
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
5 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved