UE Kecam Praktik Hukuman Mati di Indonesia

Jum'at, 16 Januari 2015 - 16:33 WIB
UE Kecam Praktik Hukuman...
UE Kecam Praktik Hukuman Mati di Indonesia
A A A
JAKARTA - Rencana pemerintah Indonesia untuk mengeksekusi mati beberapa terpidana narkoba mendapat kecaman keras dari Uni Eropa (UE). UE menyebut hukuman mati sebagai tindakan yang salah dan kejam, serta melanggar hak asasi manusia.

"Pengumuman akan dilaksanakannya eksekusi mati terhadap enam terpidana narkoba di Indonesia, termasuk seorang warga negara Belanda, sangat disesalkan," ucap Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Federica Mogherini, dalam pernyataan tertulis yang diterima Sindonews.com pada Jumat (16/1/2015).

"UE menentang hukuman mati untuk semua jenis kasus dan tanpa pengecualian, dan secara konsisten menyerukan penghapusan hukuman mati secara universal. Hukuman mati adalah pidana yang kejam dan tidak manusiawi, yang gagal sebagai efek jera dan yang sangat merendahkan martabat dan integritas manusia," imbuhnya.

Mogherini meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menghentikan praktik hukuman mati, dan mempertimbangkan bentuk hukuman yang lain. Dirinya juga mendesak Indonesia untuk segera membuat moratorium anti-hukuman mati, seperti yang sudah dilakukan oleh banyak negara.

"UE menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk tidak meneruskan pelaksanaan eksekusi mati terpidana lain dan agar mempertimbangkan untuk menerapkan moratorium terhadap penggunaan hukuman mati sebagai langkah awal menuju penghapusan hukuman mati secara menyeluruh," tambahnya.
(esn)
Berita Terkait
Tampilkan Keberagaman...
Tampilkan Keberagaman Budaya, Uni Eropa Selenggarakan Festival Alun-Alun Eropa di Jakarta
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Hadapi Gugatan Nikel...
Hadapi Gugatan Nikel UE, Ini 5 Jurus Pemerintah Indonesia
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
UE Puji Langkah Indonesia...
UE Puji Langkah Indonesia Terima Pengungsi Rohingnya
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Berita Terkini
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
29 menit yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
3 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
6 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved