Hubungan Teroris Supermarket Yahudi & Penyerang Charlie Hebdo

Sabtu, 10 Januari 2015 - 10:35 WIB
Hubungan Teroris Supermarket...
Hubungan Teroris Supermarket Yahudi & Penyerang Charlie Hebdo
A A A
PARIS - Teroris bersenjata yang membunuh empat sandera di sebuah supermarket di Paris diketahui berkoordinasi dengan para penyerang kantor majalah satir Charlie Hebdo.

Teroris di supermarket Yahudi yang tewas ditembak polisi Prancis saat operasi penyelamatan sandera berlangsung mengklaim sebagai anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Klaim itu disampaikan Amedy Coulibaly, teroris pembunuh empat sandera di supermarket Yahudi di Paris ketika mengontak stasiun televisi BFMTV dari dalam supermarket. (Baca: Teroris Paris Bunuh 4 Sandera, 2 Penyerang Charlie Hebdo Dihabisi)

Colibaly mengaku bekerja sama dengan dua tersangka penyerang kantor Charlie Hebdo, Said dan Cherif Kouachi yang bersembunyi di gedung percetakan di Dammartin-en-goele, dekat Kota Paris.

Dalam waktu yang bersamaan polisi menyerbu kedua bangunan itu. Polisi membunuh Said dan Cherif Kouachi.

Coulibaly saat mengontak stasiun televisi Prancis itu mengatakan, Kouachi, bersaudara adalah “petugas”-nya. ”Mereka (menangani) Charlie Hebdo, saya (menangani) polisi,” katanya, sebelum akhirnya dia ditembak mati polisi.

Ia mengatakan bahwa supermarket Yahudi di Paris jadi target karena dia ingin membela Palestina dan menargetkan warga dan kepentingan Yahudi.

Coulibaly, yang dalam percakapan dengan stasiun televisi itu direkam, mengakui telah membunuh empat sandera. Sejatinya, ada 20 orang yang dia sandera di supermarket itu. Tapi, 15 orang berhasil dibebaskan.

Jika Coulibaly mengklaim sebagai anggota ISIS, dua bersaudara Kouachi mengklaim sebagai anggota al-Qaeda Yaman. Mereka pernah melakukan perjalanan ke Yaman pada tahun 2011. (Baca juga: Atas Nama Membela Nabi, al-Qaeda Klaim Teror di Charlie Hebdo)

Kelompok al-Qaeda Yaman, dalam pernyataan yang diseber ke berbagai media juga mengaku bertanggung jawab atas teror di kantor majalah Charlie Hebdo yang dilakukan Kouachi bersaudara.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
7 jam yang lalu
Infografis
Tegas! Turki Putuskan...
Tegas! Turki Putuskan Seluruh Hubungan dengan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved