Kata Amnesty, Ukraina Timur di Ambang Bencana Kemanusiaan
Jum'at, 09 Januari 2015 - 18:12 WIB
Kata Amnesty, Ukraina Timur di Ambang Bencana Kemanusiaan
A
A
A
LUHANSK - Ukraina timur di ambang bencana kemanusiaan, di mana banyak warga berjuang untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan. Demikian pernyataan kelompok HAM, Amnesty International, Jumat (9/1/2015).
Wakil Direktur Amnesty Internasional untuk Eropa dan Asia Tengah, Denis Krivosheev, kepada Reuters, mengatakan banyak orang tua di wilayah Ukraina timur sangat terpukul oleh kebijakan yang dibuat pemerintah Ukraina yang berbasis di Kiev.
Orang-orang di Luhansk dan Donestk kesusahan dalam berjuang untuk kebutuhan finansial.
”Meskipun mungkin terlalu dini untuk menyebut ini bencana kemanusiaan, itu jelas menuju ke arah itu,” kata Krivosheev. Para pensiunan, kata dia, menjadi pihak yang paling rentan dari populasi di Ukraina timur.
Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) juga menyatakan keprihatinan terhadap para orang tua di Ukraina timur.Juru bicara UNHCR, William Spindler, mengatakan bahwa tidak semua orang mampu untuk mengambil jatah uang sosial dan pensiun ke wilayah di Ukraina timur yang dikuasai pemerintah Kiev, karena perang sipil masih terjadi.
Menurut data PBB, sekitar 5,2 juta orang di Ukraina hidup di daerah konflik. Dari jumlah itu, 1,4 juta berada di kondisi yang sangat rentan dan membutuhkan bantuan karena mereka berjuang menghadapi musim dingin, masalah uang, dan kurangnya layanan kesehatan dan sosial.
Wakil Direktur Amnesty Internasional untuk Eropa dan Asia Tengah, Denis Krivosheev, kepada Reuters, mengatakan banyak orang tua di wilayah Ukraina timur sangat terpukul oleh kebijakan yang dibuat pemerintah Ukraina yang berbasis di Kiev.
Orang-orang di Luhansk dan Donestk kesusahan dalam berjuang untuk kebutuhan finansial.
”Meskipun mungkin terlalu dini untuk menyebut ini bencana kemanusiaan, itu jelas menuju ke arah itu,” kata Krivosheev. Para pensiunan, kata dia, menjadi pihak yang paling rentan dari populasi di Ukraina timur.
Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) juga menyatakan keprihatinan terhadap para orang tua di Ukraina timur.Juru bicara UNHCR, William Spindler, mengatakan bahwa tidak semua orang mampu untuk mengambil jatah uang sosial dan pensiun ke wilayah di Ukraina timur yang dikuasai pemerintah Kiev, karena perang sipil masih terjadi.
Menurut data PBB, sekitar 5,2 juta orang di Ukraina hidup di daerah konflik. Dari jumlah itu, 1,4 juta berada di kondisi yang sangat rentan dan membutuhkan bantuan karena mereka berjuang menghadapi musim dingin, masalah uang, dan kurangnya layanan kesehatan dan sosial.
(mas)