Sayap Kanan Prancis: Hukum Mati Penyerang Charlie Hedbo

Kamis, 08 Januari 2015 - 19:41 WIB
Sayap Kanan Prancis:...
Sayap Kanan Prancis: Hukum Mati Penyerang Charlie Hedbo
A A A
PARIS - Pemimpin Front Nasional Prancis, Marine Le Pen yang merupakan kelompok sayap kanan di negara tersebut menyatakan, para pelaku penyerang Charlie Hedbo tidak boleh diberi ampun. Le Pen menyebut para pelaku harus dijatuhi hukuman mati.

“Saya selalu percaya bahwa hukuman mati harus tercantum dalam kitab hukum kita,” ungkap Le Pen saat melakukan wawancara dengan sebuah Channel France 2, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (8/1/2015).

Hukuman mati sempat dipraktekan di Pracis pada era-70an, dengan menggukan guillotine, sebagai satu-satunya metode eksekusi hukum. Namun, pada awal 80-an, Prancis akhirnya mengakhiri praktik hukuman mati.

Le Pen menyatakan, hal semacam ini seharusnya diserahkan kepada masyarakat. “Saya sudah berkali-kali menawarkan kepada warga Prancis untuk menentukan keputusan semacam ini melalui jalur referendum,” ucapnya.

Dirinya juga mengatakan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Pancis Franciois Hollande untuk membahas radikalisme Islam di Prancis, dan juga untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi Prancis dari insiden sejenis.
(esn)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
6 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
Kejaksaan, Institusi...
Kejaksaan, Institusi Penegak Hukum Paling Dipercaya Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved