Rilis Video Propaganda, ISIS Ingin Pamer Telah Kuasai Mosul
Senin, 05 Januari 2015 - 15:15 WIB
Rilis Video Propaganda, ISIS Ingin Pamer Telah Kuasai Mosul
A
A
A
MOSUL - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah merilis video propaganda baru untuk mamamerkan diri bahwa seolah-olah mereka sudah menguasai Kota Mosul, Irak.
Dalam video itu, ISIS memanfaatkan seorang sandera asal Inggris, John Cantile. Berbeda dengan video-video propaganda ISIS sebelumnya yang cenderung seram, kali ini ISIS menunjukkan hal berbeda.
”Halo, saya John Cantlie, dan hari ini kita berada di puncak dunia, di Mosul, yang menghadap ke kota terbesar kedua di Irak,” katanya dalam video itu.
Koresponden CBS News, Juan Zarate memberikan analisis soal video propaganda terbaru ISIS itu yang dilansir Minggu (4/1/2015).
“Jelas, video itu sedang mencoba untuk melawan kesan yang diberikan oleh Media Barat bahwa ada kekacauan, penindasan dan kurangnya pasokan (bantuan) di Mosul. Jadi apa yang Anda lihat adalah demonstrasi ISIS yang mengontrol lingkungan (Mosul). Demonstrasi kemampuan mereka untuk memerintah , mengontrol dan menyediakan perawatan kesehatan,” katanya.
Dalam foto itu, lanjut dia, ISIS seolah-olah memanfaatkan sandera asal Inggris, John Cantile sebagai pemandu jalan, bukan tawanan seperti sebelumnya.
Zarate mengatakan dengan video tersebut ISIS ingin menunjukkan bahwa mereka mampu memerintah dan memiliki legitimasi atas wilayah Mosul. Ini adalah video ketujuh ISIS yang telah memanfaatkan Cantile di dalamnya.
Sebelum ini, pada bulan Oktober 2014 lalu, Cantile muncul dalam video yang menunjukkan kondisi Kobane, sebuah medan perang antara ISIS dan pejuang suku Kurdi.
ISIS juga secara berturut-turut merilis video propaganda seram. Yakni, berisi pemenggalan sejumlah sandera,seperti pekerja sosial, Peter Kassig; jurnalis Amerika Serikat James Foley dan Steven Sotloff. Selain juga ada video pemenggalan terhadap pekerja sosial asal Inggris, David Haines dan seorang sopir taksi Alan Henning.
Sejauh kondisi Cantile terlihat sehat. Dia tampak bebas dalam video terbaru itu, tidak seperti sandera ISIS lain yang biasanya mengenakan jumpsuit oranye, layaknya tahanan.
Dalam video itu, ISIS memanfaatkan seorang sandera asal Inggris, John Cantile. Berbeda dengan video-video propaganda ISIS sebelumnya yang cenderung seram, kali ini ISIS menunjukkan hal berbeda.
”Halo, saya John Cantlie, dan hari ini kita berada di puncak dunia, di Mosul, yang menghadap ke kota terbesar kedua di Irak,” katanya dalam video itu.
Koresponden CBS News, Juan Zarate memberikan analisis soal video propaganda terbaru ISIS itu yang dilansir Minggu (4/1/2015).
“Jelas, video itu sedang mencoba untuk melawan kesan yang diberikan oleh Media Barat bahwa ada kekacauan, penindasan dan kurangnya pasokan (bantuan) di Mosul. Jadi apa yang Anda lihat adalah demonstrasi ISIS yang mengontrol lingkungan (Mosul). Demonstrasi kemampuan mereka untuk memerintah , mengontrol dan menyediakan perawatan kesehatan,” katanya.
Dalam foto itu, lanjut dia, ISIS seolah-olah memanfaatkan sandera asal Inggris, John Cantile sebagai pemandu jalan, bukan tawanan seperti sebelumnya.
Zarate mengatakan dengan video tersebut ISIS ingin menunjukkan bahwa mereka mampu memerintah dan memiliki legitimasi atas wilayah Mosul. Ini adalah video ketujuh ISIS yang telah memanfaatkan Cantile di dalamnya.
Sebelum ini, pada bulan Oktober 2014 lalu, Cantile muncul dalam video yang menunjukkan kondisi Kobane, sebuah medan perang antara ISIS dan pejuang suku Kurdi.
ISIS juga secara berturut-turut merilis video propaganda seram. Yakni, berisi pemenggalan sejumlah sandera,seperti pekerja sosial, Peter Kassig; jurnalis Amerika Serikat James Foley dan Steven Sotloff. Selain juga ada video pemenggalan terhadap pekerja sosial asal Inggris, David Haines dan seorang sopir taksi Alan Henning.
Sejauh kondisi Cantile terlihat sehat. Dia tampak bebas dalam video terbaru itu, tidak seperti sandera ISIS lain yang biasanya mengenakan jumpsuit oranye, layaknya tahanan.
(mas)