'Konfrontasi' Barat dan Timur Memanas dari Baltik ke Asia

Selasa, 23 Desember 2014 - 08:55 WIB
Konfrontasi Barat dan...
'Konfrontasi' Barat dan Timur Memanas dari Baltik ke Asia
A A A
WASHINGTON - Era baru “konfrontasi” antara negara-negara Timur dengan negara-negara Barat terus menanas dari wilayah Baltik hingga ke Laut China Selatan di wilayah Asia.

Ketegangan yang ditunjukkan dari manuver pesawat-pesawat tempur dan kapal perang selama ini didominasi pihak Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dari blok Barat, dengan Rusia dan China dari blok Timur. Ketegangan sudah muncul sejak beberapa bulan terakhir atau sejak Perang Dingin berakhir puluhan tahun silam.

“Konfrontasi” antara negara-negara Barat dan Rusia tampak jelas dari krisis Ukraina. Sejak krisis Ukraina pecah, Swedia telah mengeluhkan manuver pesawat tempur Rusia yang hampir menabrak pesawat sipil. Inggris pun juga kerap mencegat pesawat-pesawat tempur Rusia yang melintas di dekat langit mereka.

Sedangkan ketegangan AS dan China dimulai pada bulan Agustus 2014 lalu. Di mana, sebuah pesawat pengintai AS dan pesawat jet tempur China nyaris bertabrakan di atas Laut China Selatan. Adu manuver juga terjadi antara pesawat tempur China dengan pesawat tempur Jepang (yang didukung AS) dalam sengketa Laut China Timur.

“Ada eskalasi yang sangat signifikan, terutama pada tahun lalu,” kata Christopher Harmer, mantan pilot Angkatan Laut AS, yang sekarang aktif di di Institut Studi Perang di Washington. ”Insiden ini sekarang terjadi dalam skala yang kita belum melihatnya dalam 25 tahun terakhir,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Selasa (23/12/2014).

Ketegangan itu juga tak bisa dipungkiri dari data NATO yang menyebut sudah menghadang lebih dari 400 kali pesawat-pesawat tempur Rusia pada tahun ini di wilayah udara Eropa. Angka itu bahkan meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2013.

Swedia dan Denmark juga sempat memanggil Duta Besar Rusia, setelah pesawat tempur Kremlin bermanuver di dekat wilayah Swedia selatan. ”Ini bukan hanya masalah manuver penerbangan yang meningkat, tapi cara mereka melakukan itu,” ujar Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg dalam konferensi pers, Senin kemarin.

Pesawat-pesawat tempur Rusia, kata dia, tidak berkomunikasi dengan pengontrol lalu lintas udara, sehingga membahayakan peneberangan sipil. Sedangkan Rusia menegaskan, manuver pesawat-pesawat tempurnya selama ini tidak melanggar aturan, karena melintas di wilayah udara internasional.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
50 menit yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
4 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved