Pria Inggris Diasingkan karena Putrinya Gabung ISIS

Selasa, 09 Desember 2014 - 16:58 WIB
Pria Inggris Diasingkan...
Pria Inggris Diasingkan karena Putrinya Gabung ISIS
A A A
LONDON - Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May, telah mencabut kewarganegaraan seorang pria di negara itu setelah putrinya pergi ke Suriah dan menikah dengan militan ISIS.

Pria berusia 51 tahun itu tersebut diasingkan bersama anggota keluarga lainnya saat mereka mengunjungi kerabat di Pakistan.

Mereka diasingkan, karena dianggap membahayakan keamanan Inggris. Pria itu merasa terpukul, karena merasa tidak bersalah. Dia mengakui salah satu putrinya menikah dengan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah.

Saat ini dia, istri dan keempat anaknya menetap di Pakistan dengan kerabatnya yang lain, sejak status kewarganegaraan Inggris-nya dinonaktifkan.

Tak hanya alasan putrinya yang menikah dengan militan ISIS, pria dan keluarganya itu dituduh berhubungan dengan al-Qaeda dan kelompok teror Pakistan, Lashkar-e-Taiba (LeT).

“Kami tidak bersalah atas semua tuduhan, tapi situasi kita menghalangi untuk menjawab semua tuduhan,” ujarnya kepada Sunday Times. Dia seperti dilansir Russia Today, semalam, menolak semua tuduhan terkait terorisme.

”Yang terbaik dari nilai-nilai Inggris tidak bertentangan nilai-nilai Islam. Sampai hari ini, bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa yang kita gunakan,” lanjut dia.”Kami adalah orang Inggris,” tegasnya.

Pria itu menganggap tuduhan Pemerintah Inggris bahwa dia dan keluarganya terkait kelompok teroris sebagai tuduhan konyol. ”Kami sebagai keluarga telah ditinggalkan oleh (Pemerintah) Inggris dan ini ‘merobek’ keluarga kami hingga terpisah."

Theresa May memberikan surat penonaktifan status kewarganegaraan Inggris terhadap keluarga itu pada tahun 2011.

”Keputusan saya telah diambil sebagai imbas dari informasi yang menurut pendapat saya tidak boleh dipublikasikan untuk kepentingan keamanan nasional dan karena pengungkapan ini akan bertentangan dengan kepentingan umum,” katanya dalam keterangan tertulis.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Inggris, menolak mengomentari kasus perorangan. Menurut kementerian itu, sudah ada 27 orang yang status kewarganegaraannya dicabut atas tuduhan terlibat atau berhubungan dengan terorisme.
(mas)
Berita Terkait
Tak Setuju Serangan...
Tak Setuju Serangan Teror ISIS, Suami Shamima Begum Diam Saat Ditanya Aksi Penggal Kepala
Pengantin ISIS Shamima...
Pengantin ISIS Shamima Begum Memohon Pengampunan, Siap Bantu Inggris Perangi Terorisme
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Inggris Kirim Bukti...
Inggris Kirim Bukti Terkait Algojo ISIS 'The Beatles' ke AS
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
31 menit yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
1 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
3 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
4 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
4 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved