Kisah Tragedi MH17 dan Upaya Menghabisi Putin

Sabtu, 06 Desember 2014 - 11:31 WIB
Kisah Tragedi MH17 dan...
Kisah Tragedi MH17 dan Upaya Menghabisi Putin
A A A
MOSKOW - Sejumlah media Rusia pro-Kremlin melansir laporan bahwa tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 adalah bagian dari konspirasi gagal untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.

Putin dilaporkan hendak terbang dengan pesawat melewati rute seperti yang dilewati pesawat MH17. Namun, miliarder Ukraina, Ihor Kolomoyskyi , disebut-sebut memerintahkan penembakan pesawat yang ditumpangi Putin.

Selain itu, sejumlah media Rusia juga menulis keganjilan dalam tragedi MH17. Yakni, petugas pengontrol lalu lintas udara di Ukraina saat pesawat MH17 jatuh, Letkol Dmitro Yakatsuts dan Ana Patrenko telah melarikan diri ke Dubai.

Pesawat tipe Boeing 777 itu jatuh pada 17 Juli 2014. Sebanyak 289 orang di dalamnya, termasuk beberapa di antaranya warga Indonesia tewas. Pesawat itu terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur. Namun, jatuh diduga karena ditembak saat terbang di atas wilayah udara Donetsk, Ukraina timur.

Salah satu media Rusia pro-Kremlin, Komsomolskaya Pravda, menulis bahwa miliarder berkuasa di Ukraina, Ihor Kolomoyskyi, menerima infomrasi dari intelijen bahwa pesawat pribadi Presiden Putin akan terbang di wilayah udara Donetsk, dan dia memerntahkan penembakan pesawat itu.

Tapi, informasi itu meleset dan yang ditembak pesawat MH17. Terlebih, warna pesawat MH17 hampir mirip dengan pesawat kepresidenan rezim Kremlin. Putin saat itu dikabarkan mengubah rute dan mendarat bukan di Moskow.

Media Rusia itu mempertanyakan keganjilan mengapa tidak ada yang memburu dua petugas pengontrol lalu lintas udara yang melarikan diri ke Dubai.

”Tidak ada yang sedang mencari mereka. Ini adalah kasus pertama di dunia, di mana pengendali lalu lintas udara bertugas di hari libur, tepat saat pesawat jatuh. Dia bahkan tidak diinterogasi,” kata jurnalis Rusia, Andrey Karaulov.

Seorang pakar militer, Aleksandr Shirokorad, menduga, pesawat MH17 ditembak dua kali. Pertama dengan rudal Su-25, dan kedua dengan rudal dari udara di wilayah Ukraina. ”Menurut pendapat saya, dalam serangan terhadap Boeing bersama-sama menggunakan rudal anti-pesawat yang juga melibatkan Su-25 pesawat militer,” ujarnya, seperti dikutip Daily Mail, Jumat(5/12/2014).

Padahal pesawat Su-25 saat itu merupakan pesawat militer Ukraina yang dilaporkan berada di dekat pesawat MH17 sebelum jatuh.
(mas)
Berita Terkait
Hakim: Sudah Pasti MH17...
Hakim: Sudah Pasti MH17 Dijatuhkan Rudal BUK Rusia
Pengadilan Belanda Lacak...
Pengadilan Belanda Lacak Rudal BUK yang Jatuhkan Malaysia Airlines MH17
Mengenang Malaysia Airlines...
Mengenang Malaysia Airlines MH17 Dirudal Jatuh di Langit Ukraina, 298 Tewas Termasuk 12 WNI
Ada Indikasi Putin Suplai...
Ada Indikasi Putin Suplai Rudal yang Menembak Jatuh Pesawat MH-17
Tersangka Penembak Malaysia...
Tersangka Penembak Malaysia Airlines MH17: Rusia Harus Mengebom Nuklir Anggota NATO
Situasi Genting, Pesawat...
Situasi Genting, Pesawat Sipil Diminta Hati-hati Terbang di Langit Ukraina-Rusia
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
6 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved