DPR Amerika Setujui Resolusi untuk Melawan Rusia
Jum'at, 05 Desember 2014 - 08:32 WIB
DPR Amerika Setujui Resolusi untuk Melawan Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Parlemen atau DPR Amerika Serikat (AS) menyetujui resolusi untuk melawan Rusia terkait tindakann Moskow terhadap tiga negara tetangganya yang oleh Washington disebut agresi.
Mayoritas anggota DPR AS setuju menjatuhkan resolusi politik, ekonomi, dan militer terhadap Rusia. Menurut parlemen AS, Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin telah melakukan agresi terhadap tiga negara tetangganya, yakni Ukraina, Georgia dan Moldova.
”AS, Eropa dan sekutu kami harus agresif menjaga tekanan pada Putin untuk mendorong dia agar mengubah perilakunya,” kata anggota parlemen dari Partai Republik Adam Kinzinger, yang mensponsori resolusi itu. (Baca: Tak Bisa Tundukkan Putin, Obama Mulai Frustasi)
Resolusi itu menyerukan Rusia untuk berhenti mendukung milisi lokal di Ukraina timur dan membatalkan pencaplokan terhadap Crimea dari Ukraina. Selain itu, resolusi tersebut juga mendesak Moskow untuk menarik pasukannya yang klaim AS berada di Ukraina, Georgia dan Moldova.
Parlemen AS juga meminta Presiden Barack Obama untuk memberikan bantuan militer dan pelatihan terhadap Ukraina. ”Ukraina jelas membutuhkan bantuan militer yang mendesak,” ujar anggota parlemen dari Partai Republik, Ileana Ros Lehtinen, seperti dikutip Russia Today, semalam.
Obama sendiri pernah menolak permohonan bantuan militer mematikan yang diajukan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko.
Masih menurut dokumen resolusi yang disetujui Kamis kemarin, parlemen AS juga mendesak negara-negara anggota NATO dan sekutu AS untuk menangguhkan kerjasama militer dengan Rusia.
Sementara itu, Presiden Putin dalam waktu yang bersamaan meremehkan sanksi AS dan negara-negara Barat terhadap Rusia. Menurutnya, sanksi terhadap Rusia bukan hal baru dan tidak ada gunanya.
Mayoritas anggota DPR AS setuju menjatuhkan resolusi politik, ekonomi, dan militer terhadap Rusia. Menurut parlemen AS, Rusia di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin telah melakukan agresi terhadap tiga negara tetangganya, yakni Ukraina, Georgia dan Moldova.
”AS, Eropa dan sekutu kami harus agresif menjaga tekanan pada Putin untuk mendorong dia agar mengubah perilakunya,” kata anggota parlemen dari Partai Republik Adam Kinzinger, yang mensponsori resolusi itu. (Baca: Tak Bisa Tundukkan Putin, Obama Mulai Frustasi)
Resolusi itu menyerukan Rusia untuk berhenti mendukung milisi lokal di Ukraina timur dan membatalkan pencaplokan terhadap Crimea dari Ukraina. Selain itu, resolusi tersebut juga mendesak Moskow untuk menarik pasukannya yang klaim AS berada di Ukraina, Georgia dan Moldova.
Parlemen AS juga meminta Presiden Barack Obama untuk memberikan bantuan militer dan pelatihan terhadap Ukraina. ”Ukraina jelas membutuhkan bantuan militer yang mendesak,” ujar anggota parlemen dari Partai Republik, Ileana Ros Lehtinen, seperti dikutip Russia Today, semalam.
Obama sendiri pernah menolak permohonan bantuan militer mematikan yang diajukan Presiden Ukraina, Petro Poroshenko.
Masih menurut dokumen resolusi yang disetujui Kamis kemarin, parlemen AS juga mendesak negara-negara anggota NATO dan sekutu AS untuk menangguhkan kerjasama militer dengan Rusia.
Sementara itu, Presiden Putin dalam waktu yang bersamaan meremehkan sanksi AS dan negara-negara Barat terhadap Rusia. Menurutnya, sanksi terhadap Rusia bukan hal baru dan tidak ada gunanya.
(mas)