Veteran Kanada Susul Geng Motor Belanda Perangi ISIS
Sabtu, 22 November 2014 - 16:04 WIB
Veteran Kanada Susul Geng Motor Belanda Perangi ISIS
A
A
A
OTTAWA - Enam veteran Kanada dikirim ke Timur Tengah untuk memerangi kelompok ISIS. Mereka akan menyusul geng motor Belanda yang sudah terjun ke medan perang lebih dulu untuk memberagus ISIS.
Enam veteran Kanada itu akan membatu pasukan Peshmerga Kurdi selama baberapa minggu ke depan. ”Saya punya sesuatu untuk diabdikan di bumi ini, untuk melakukan satu hal,” kata salah satu veteran Kanada kepada CBC yang menolak diidentifikasi.
“Saya punya bara di dalam jiwa saya. Saya masih ingin jadi tentara,” lanjut veteran itu. Veteran itu pula yang meyakinkan lima temannya untuk ikut bergabung ke medan perang guna memberangus militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Kanada, seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/11/2014), tidak memiliki hukum yang melarang warganya untuk bergabung dengan militer asing, dengan syarat kelompok tersebut belum dinyatakan sebagai kelompok teroris dan tidak berjuang untuk musuh Kanada.
Namun, jika para veteran itu bergabung dengan kelompok pejuang Kurdi seperti kelompok PKK di Turki, maka mereka bisa dinyatakan bersalah. Sebab, Kanada telah memasukan kelompok PKK dalam daftar organisasi teroris.
“Ada risiko bahwa setiap orang yang datang sengaja atau tidak menjalin kontak dengan PKK, dan bisa terseret untuk mendukung organisasi teroris,” kata Jez Littlewood, asisten profesor hubungan internasional di Carleton University.
Sebelum enam veteran Kanada dikirim ke Timur Tengah, tiga anggota geng motor Belanda "No Surrender" telah terbang ke Irak dan Suriah pada Oktober 2014 untuk melawan ISIS.
Enam veteran Kanada itu akan membatu pasukan Peshmerga Kurdi selama baberapa minggu ke depan. ”Saya punya sesuatu untuk diabdikan di bumi ini, untuk melakukan satu hal,” kata salah satu veteran Kanada kepada CBC yang menolak diidentifikasi.
“Saya punya bara di dalam jiwa saya. Saya masih ingin jadi tentara,” lanjut veteran itu. Veteran itu pula yang meyakinkan lima temannya untuk ikut bergabung ke medan perang guna memberangus militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Kanada, seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/11/2014), tidak memiliki hukum yang melarang warganya untuk bergabung dengan militer asing, dengan syarat kelompok tersebut belum dinyatakan sebagai kelompok teroris dan tidak berjuang untuk musuh Kanada.
Namun, jika para veteran itu bergabung dengan kelompok pejuang Kurdi seperti kelompok PKK di Turki, maka mereka bisa dinyatakan bersalah. Sebab, Kanada telah memasukan kelompok PKK dalam daftar organisasi teroris.
“Ada risiko bahwa setiap orang yang datang sengaja atau tidak menjalin kontak dengan PKK, dan bisa terseret untuk mendukung organisasi teroris,” kata Jez Littlewood, asisten profesor hubungan internasional di Carleton University.
Sebelum enam veteran Kanada dikirim ke Timur Tengah, tiga anggota geng motor Belanda "No Surrender" telah terbang ke Irak dan Suriah pada Oktober 2014 untuk melawan ISIS.
(mas)