Jokowi-Xi Jinping Bertemu, Ini yang Mereka Bahas
Minggu, 09 November 2014 - 20:18 WIB
Jokowi-Xi Jinping Bertemu, Ini yang Mereka Bahas
A
A
A
BEIJING - Sebelum terlibat dalam pertemuan Asia Pasific Economic Forum (APEC) yang berlangsung di Beijing pada 10 dan 11 November mendatang, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terlebih dahulu melakukan beberapa pertemuan bilateral.
Menurut rilis yang diterima Sindonews dari pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) pada Minggu (9/11/2014) Jokowi –sapaan akrab Jokow Widodo- melakukan pertemuan dengan Presiden China, yang menjadi tuan rumah APEC, Xi Jinping.
“Dalam pembicaran tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan kerjasama di berbagai bidang sesuai dengan semangat kemitraan strategis dan komprehensif yang mendasari hubungan bilateral kedua negara,” tulis rilis Kemlu.
“Presiden Jokowi antara lain menggarisbawahi peluang-peluang kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia dan sekaligus menyampaikan rencana Indonesia untuk bergabung sebagai anggota Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Tidak lupa, kedua pemimpin negara juga menyoroti isu maritim, dan fokus utama pembicaran kedauanya adalah mengenai ide untuk kembali menghidupkan jalur sutra maritim. Dihidupkannya kembali jalur sutra maritim dinilai bisa membawa keuntungan besar bagi kedua negara.
“Disamping itu juga dibahas peningkatan kerjasama di bidang keamanan dan penegakan hukum, termasuk anti korupsi dan anti terorisme; dan kerjasama budaya dan antar masyarakat, termasuk rencana pembentukan pusat budaya dan kerjasama sister city antar kota/propinsi di kedua negara.,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga tidak lupa mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Indonesia, tahun depan untuk memperingati konfrensi Asia- Afrika, sekaligus memperingati peringaratan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China.
Selain bertemu Xi Jinping, Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Keqiang. Dalam pertemuan itu, keduanya menyepakati perlunya forum dialog ekonomi yang reguler di tingkat Menko Perekonomian dan wakil PM China, untuk semakin memperkuat kerjasama kedua negara.
Menurut rilis yang diterima Sindonews dari pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) pada Minggu (9/11/2014) Jokowi –sapaan akrab Jokow Widodo- melakukan pertemuan dengan Presiden China, yang menjadi tuan rumah APEC, Xi Jinping.
“Dalam pembicaran tersebut, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan kerjasama di berbagai bidang sesuai dengan semangat kemitraan strategis dan komprehensif yang mendasari hubungan bilateral kedua negara,” tulis rilis Kemlu.
“Presiden Jokowi antara lain menggarisbawahi peluang-peluang kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia dan sekaligus menyampaikan rencana Indonesia untuk bergabung sebagai anggota Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Tidak lupa, kedua pemimpin negara juga menyoroti isu maritim, dan fokus utama pembicaran kedauanya adalah mengenai ide untuk kembali menghidupkan jalur sutra maritim. Dihidupkannya kembali jalur sutra maritim dinilai bisa membawa keuntungan besar bagi kedua negara.
“Disamping itu juga dibahas peningkatan kerjasama di bidang keamanan dan penegakan hukum, termasuk anti korupsi dan anti terorisme; dan kerjasama budaya dan antar masyarakat, termasuk rencana pembentukan pusat budaya dan kerjasama sister city antar kota/propinsi di kedua negara.,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga tidak lupa mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Indonesia, tahun depan untuk memperingati konfrensi Asia- Afrika, sekaligus memperingati peringaratan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China.
Selain bertemu Xi Jinping, Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Keqiang. Dalam pertemuan itu, keduanya menyepakati perlunya forum dialog ekonomi yang reguler di tingkat Menko Perekonomian dan wakil PM China, untuk semakin memperkuat kerjasama kedua negara.
(esn)