Usul Nyeleneh, Sperma Putin Didonorkan Massal ke Wanita Rusia

Jum'at, 07 November 2014 - 11:41 WIB
Usul Nyeleneh, Sperma...
Usul Nyeleneh, Sperma Putin Didonorkan Massal ke Wanita Rusia
A A A
MOSKOW - Seorang anggota parlemen Rusia mengusulkan agar sperma Presiden Vladimir Putin didonorkan secara massal untuk para wanita Rusia.

Tujuannya, demi menciptakan generasi baru elite militer dan politik Rusia. Yelena Borisovna Mizoulina, Ketua Komisi Urusan Perempuan dan Anak Parlemen Rusia, mengatakan kepada rekan-rekannya di parlemen, bahwa sperma Presiden Putin akan meningkatkan patriotisme dari generasi baru di Rusia.

Mizoulina, yang memiliki gelar PhD di bidang hukum, membuat rencana aneh itu selama diskusi tentang isu kesuburan warga di Rusia.

Menurut surat kabar berbahasa Rusia, Trust, politikus itu telah mengatakan kepada Duma Negara, bahwa para wanita yang menerima donor sperma Presiden Putin layak diberikan tunjangan khusus dari negara sebagai imbalas atas apa yang ia sebut sebagai pengabdian kepada negara.

“Inti dari proposisi saya sederhana,” katanya. ”Setiap wanita Rusia akan menerimanya melalui surat materi genetik dari presiden, untuk hamil dari dia, dan punya bayi. Ibu-ibu ini akan menerima tunjangan khusus dari negara,” katanya lagi, sebagaimana dikutip Daily Mail, Jumat (7/11/2014).

Anak-anak yang lahir dari sperma Putin, menurut proposal politikus itu, nantinyya akan dididik di lembaga khusus yang menyerupai sekolah Souvorov, sejenis sekolah khusus di bekas negara Uni Soviet.

“Tujuannya adalah bahwa anak-anak akan dikhususkan untuk mengabdi kepada tanah air dan secara pribadi kepada Presiden Fedarasi Rusia,” lanjut Mizoulina.

Tapi tokoh Rusia, Mikhail Klikishin kepada The Observer mengatakan, pemberitaan itu adalah cerita dari pers kuning Ukraina. Alasannya, Kremlin selama ini sangat melindungi privasi Presiden Rusia tersebut.

Terlebih, Putin sendiri sensitif jika urusan pribadi dan keluarganya diusik. Putin telah mempunyai dua anak perempuan, Maria dan Yekaterina. Putin, seperti diketahui telah bercerai dengan Lyudmila, 55, awal tahun ini.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved