Takut Diserang Amerika, Suriah Minta Rudal Canggih Rusia

Jum'at, 07 November 2014 - 08:50 WIB
Takut Diserang Amerika,...
Takut Diserang Amerika, Suriah Minta Rudal Canggih Rusia
A A A
DAMASKUS - Rezim Suriah takut diserang Amerika Serikat (AS) yang kebijakan politiknya kini dikuasai Partai Republik. Suriah minta rudal canggih milik Rusia untuk mengantisipasi hal itu.

Kekhawatiran rezim Suriah itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem. Menurutnya, Partai Republik bisa saja menekan Presiden Barack Obama untuk meluncurkan agresi militer terhadap Suriah.

Muallem seperti dikutip surat kabar Libanon, al-Akhbar, tidak akan percaya penuh dengan janji Washington, bahwa serangan udara terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak akan merembet hingga menyerang militer Suriah.

”Apakah kita percaya dengan komitmen (Washington) ini? Untuk saat ini, kita menyadari bahwa Presiden Barack Obama dengan alasan domestik, memang ingin menghindari perang dengan Suriah,” kata Muallem.

”Tapi kita tidak tahu bagaimana Obama akan bertindak di bawah tekanan, dan tekanan hanya akan meningkat jika Partai Republik mencapai mayoritas dalam Pemilu jangka menengah AS, jadi kita harus mempersiapkan diri,” lanjut Menteri Muallem.

Pernyataan itu disampaikan Muallem sebelum Pemilu sela di AS digelar. Hasil Pemilu itu akhirnya dimenangkan Partai Republik.

”Ini adalah apa yang kita jelaskan secara blak-blakan kepada Rusia, dan kami meminta mereka memanfaatkan situasi dan menyediakan kami dengan senjata canggih,” imbuh Muallem yang dilansir Al Arabiya, semalam.

Rudal S-300 Ditakuti

Ketika ditanya apakah permintaan senjata yang dimaksud adalah rudal canggih anti-pesawat S-300 yang sudah lama didambakan Damaskus, Muallem menjawab;”Ya, dan senjata canggih lainnya."

”Kami akan mendapatkan (rudal S-300) dan senjata canggih lainnya dalam jangka waktu yang wajar,” katanya. ”Masalah utama adalah menunggu persetujuan politik Kremlin.”

Rudal canggih S-300 Rusia selama ini ditakuti banyak negara. Ketika rezim Damaskus di bawah kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad meminta rudal canggih Rusia itu, masyarakat internasional cemas.

Akhirnya, pada September lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memilih menangguhkan rencana memasok rudal canggih S-300 kepada Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
14 menit yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
1 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
2 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
3 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
4 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
6 jam yang lalu
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved