Meski Musuh Bebuyutan, Kuba Siap Rangkul AS Perangi Ebola

Minggu, 19 Oktober 2014 - 11:04 WIB
Meski Musuh Bebuyutan,...
Meski Musuh Bebuyutan, Kuba Siap Rangkul AS Perangi Ebola
A A A
HAVANA - Bekas pemimpin Kuba, Fidel Castro, menjamin bahwa Kuba siap untuk bekerjasama dengan Amerika Serikat (AS) dalam perang global melawan virus Ebola.

Komentar kakak pemimpin Kuba, Raul Castro itu terbilang langka. Sebab, selama ini Fidel Castro dianggap sebagai musuh bebuyutan AS dalam segala kebijakan.

Namun, sejak virus Ebola menjadi ancaman dunia, Kuba telah berada di garis depan untuk terlibat dalam memerangi virus mematikan itu.

Dalam artikelnya “Time of Duty" yang diterbitkan pada hari Sabtu lalu, bekas pemimpin Kuba itu mengatakan bahwa staf medis Kuba berusaha menjadi contoh yang terbaik dengan menjalin solidaritas kemanusiaan.

Menurut Fidel Castro, Kuba akan berjuang bersama-sama melawan epidemic Ebola untuk melindungi rakyat Kuba, Amerika Latin, dan Amerika Serikat dari virus mematikan tersebut.

”Kami akan dengan senang hati bekerja sama dengan personel (medis) Amerika dalam tugas ini. Bukan demi perdamaian antara kedua negara yang telah menjadi musuh selama bertahun-tahun, tapi demi perdamaian di dunia,” tulis Fidel Castro.

Fidel Castro prihatin dengan korban tewas akibat virus Ebola yang menurut data PBB sudah mencapai lebih dri 4.400 jiwa. Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyebut penyebaran virus itu sudah meningkat cepat, dan pihaknya minta bantuan internasional ditingkatkan 20 kali lipat.

”Kita perlu setidaknya butuh lonjakan bantuan 20 kali lipat. Bantuan laboratorium mobile, kendaraan, helikopter, peralatan pelindung, tenaga medis yang terlatih, dan kapasitas medevac,” ujar Ki-moon.

Kuba sendiri merupakan salah satu negara pertama yang mengirim staf medis untuk negara-negara di Afrika Barat dalam memerangi epidemik Ebola. Mereka dikerahkan di Sierra Leone, Liberia, dan Guinea yang menjadi pusat penyebaran Ebola.
(mas)
Berita Terkait
China Memata-matai Amerika...
China Memata-matai Amerika Serikat dari Kuba, Ini Reaksi Biden
AS Pertimbangkan Masukkan...
AS Pertimbangkan Masukkan Kembali Kuba ke Daftar Negara Sponsor Teroris
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Hadapi Invasi Militer...
Hadapi Invasi Militer AS, Presiden Kuba: Akan Ada Pertumparah Darah
Kembali Dimasukan Dalam...
Kembali Dimasukan Dalam Daftar Negara Pendukung Teroris, Kuba Sebut AS Munafik
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
4 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
6 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
7 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
8 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved