Australia Bolehkan Warganya Digantung karena Gabung ISIS
Kamis, 16 Oktober 2014 - 20:24 WIB
Australia Bolehkan Warganya Digantung karena Gabung ISIS
A
A
A
CANBERRA - Pemerintah Australia membolehkan pemerintah Irak menggantung militan ISIS asal Australia jika tertangkap.
Australia memasrahkan proses hukum terhadap militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu kepada pemerintah Irak. Demikian keterangan Mayor Jenderal Craig Orme, Pemimpin Satuan Tugas Gabungan Australia yang beperang melawan ISIS di Irak.
”Kami mendukung Pasukan Keamanan Irak. Jadi, jika seseorang ditahan di medan perang, Iraklah yang mengelola proses (hukum) itu,” katanya, Kamis (16/10/2014).
Menurutnya, keterlibatan militer Australia dalam perang melawan ISIS di Irak hanya untuk memerangi militan ISIS, bukan untuk mengambil alih tahanan atau militan ISIS yang tertangkap.
Sikap Australia yang akan mengizinkan Irak menghukum mati militan ISIS asal Australia juga mengacu pada kasus yang terjadi Januari 2014. Di mana pemerintah Irak menggantung 42 orang selama dua hari dan 26 orang selama sehari atas tuduhan terlibat terorisme.
Data dari pemerintah Australia, seperti dikutip news.com.au, ada sekitar 60 warganya telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Dengan demikian, hukuman gantung dari pemerintah Irak berpotensi dijatuhkan kepada puluhan warga Australia itu.
Australia memasrahkan proses hukum terhadap militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) itu kepada pemerintah Irak. Demikian keterangan Mayor Jenderal Craig Orme, Pemimpin Satuan Tugas Gabungan Australia yang beperang melawan ISIS di Irak.
”Kami mendukung Pasukan Keamanan Irak. Jadi, jika seseorang ditahan di medan perang, Iraklah yang mengelola proses (hukum) itu,” katanya, Kamis (16/10/2014).
Menurutnya, keterlibatan militer Australia dalam perang melawan ISIS di Irak hanya untuk memerangi militan ISIS, bukan untuk mengambil alih tahanan atau militan ISIS yang tertangkap.
Sikap Australia yang akan mengizinkan Irak menghukum mati militan ISIS asal Australia juga mengacu pada kasus yang terjadi Januari 2014. Di mana pemerintah Irak menggantung 42 orang selama dua hari dan 26 orang selama sehari atas tuduhan terlibat terorisme.
Data dari pemerintah Australia, seperti dikutip news.com.au, ada sekitar 60 warganya telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Dengan demikian, hukuman gantung dari pemerintah Irak berpotensi dijatuhkan kepada puluhan warga Australia itu.
(mas)