Militan ISIS asal RI dan Malaysia Bentuk Unit Militer Melayu
Jum'at, 26 September 2014 - 10:13 WIB
Militan ISIS asal RI dan Malaysia Bentuk Unit Militer Melayu
A
A
A
JAKARTA - Militan ISIS asal Indonesia, Malaysia dan negara Asia lainnya disebut-sebut telah bergabung membentuk Unit Militer Melayu yang beraksi untuk Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sebuah laporan menyebut, lebih dari 100 orang dari negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia dan wilayah Filipina selatan telah membentuk unit itu.
Laksamana Samuel Locklear, yang mengepalai Komandao Angkatan Bersenjata AS untuk wilayah Pasifik mengatakan, sekitar 1.000 orang telah direkrut dari India ke wilayah Pasifik, yang diduga untuk bergabung dengan ISIS guna berperang di Suriah dan Irak.
”Angka itu bisa lebih besar,” kata Locklear kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/9/2014).
Laporan lain menyebut, Unit Militer Melayu buatan militan Indnesia, Malaysia dan Filipina dikhawatirkan akan memperluas cengkeraman mereka di Asia Tenggara.
Unit Militer Melayu ini juga disebut sebagai Katibah Nusantara Lid Daulah Islamiyyah yang berjuang untuk ISIS.
Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang berbasis di Jakarta, seperti dilaporkan Straits Times, melansir data yang berbeda. Menurut mereka, Unit Militer Melayu itu sudah memiliki 22 anggota. Mereka datang bersama-sama di Kota Al-Shadadi, di Provinsi Hasaka, Suriah, awal bulan lalu.
Menurut lembaga itu, militan asal Indonesia salah satunya adalah Bahrum Syah. Militan ini pernah muncul dalam video perekrutan ISIS baru-baru ini.
Selain Bahrum Syah, ada sosok Rosikien Nur yang pernah mem-posting foto sebuah di Facebook tentang pertemuan para militan ISIS, namun halaman Facebook-nya kini telah ditutup.
Sebuah laporan menyebut, lebih dari 100 orang dari negara-negara mayoritas Muslim di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia dan wilayah Filipina selatan telah membentuk unit itu.
Laksamana Samuel Locklear, yang mengepalai Komandao Angkatan Bersenjata AS untuk wilayah Pasifik mengatakan, sekitar 1.000 orang telah direkrut dari India ke wilayah Pasifik, yang diduga untuk bergabung dengan ISIS guna berperang di Suriah dan Irak.
”Angka itu bisa lebih besar,” kata Locklear kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Jumat (26/9/2014).
Laporan lain menyebut, Unit Militer Melayu buatan militan Indnesia, Malaysia dan Filipina dikhawatirkan akan memperluas cengkeraman mereka di Asia Tenggara.
Unit Militer Melayu ini juga disebut sebagai Katibah Nusantara Lid Daulah Islamiyyah yang berjuang untuk ISIS.
Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang berbasis di Jakarta, seperti dilaporkan Straits Times, melansir data yang berbeda. Menurut mereka, Unit Militer Melayu itu sudah memiliki 22 anggota. Mereka datang bersama-sama di Kota Al-Shadadi, di Provinsi Hasaka, Suriah, awal bulan lalu.
Menurut lembaga itu, militan asal Indonesia salah satunya adalah Bahrum Syah. Militan ini pernah muncul dalam video perekrutan ISIS baru-baru ini.
Selain Bahrum Syah, ada sosok Rosikien Nur yang pernah mem-posting foto sebuah di Facebook tentang pertemuan para militan ISIS, namun halaman Facebook-nya kini telah ditutup.
(mas)