Wakil Bos Jihad Palestina Dituduh Lakukan Kekerasan Seks

Jum'at, 19 September 2014 - 13:30 WIB
Wakil Bos Jihad Palestina...
Wakil Bos Jihad Palestina Dituduh Lakukan Kekerasan Seks
A A A
BEIRUT - Seorang jurnalis perempuan senior asal Maroko menuduh Wakil Kepala Organisasi Jihad Islam Palestina (PIJ), Ziad al-Nakhaleh, melakukan serangan seksual kepadanya.

Insiden itu terjadi selama kunjungan terakhir wakil bos Jihad Islam Palestina itu ke Beirut. Jurnalis Al-Amal Al-Arabi, bernama Amal Ahmed, mengklaim serangan seksual itu terjadi di sebuah kamar hotel di Ibukota Libanon pada tanggal 12 September 2014.

Surat kabar online Libanon, Lebanon Debatemelaporkan bahwa jurnalis itu datang ke Beirut untuk mewawancarai Kepala Jihad Islam, Ramadan Shalah.

“Inilah yang terjadi di kamar 530 dari Coral Beach Hotel antara jurnalis perempuan dan Yang Mulia Sheikh,” demikian judul laporan eksklusif media Libanon itu. Amal Ahmed tiba di Beirut setelah membuat perjanjian untuk wawancara dengan pemimpin PIJ.

”Dia bertemu wakil (pemimpin PIJ) di Bandara Internasional Rakik Hariri, dia takjub,” tulis surat kabar itu. ”Dia menuju ke hotel bersama-sama dengan al-Nakhaleh, dan bersamanya saat ia memeriksa ke dalam hotel.”

Menurut laporan itu, jurnalis senior Maroko tersebut kemudian menuju ke kamarnya setelah berpisah dengan para pejabat senior PIJ.

”Setelah 15 menit, saat ia sedang mengatur barang-barangnya di kamar, dia mendengar ketukan di pintu," tulis media Libanon tersebut. ”Dia pikir itu adalah karyawan hotel yang menginginkan sesuatu, tapi dia terkejut karena melihat al-Nakhaleh, yang mengajak untuk minum kopi. Dia menyambut ajakan dan keduanya menuju ke ruang balkon.”

Skenario Mossad?

Masih menurut laporan, beberapa menit selanjutnya al-Nakhaleh mendekatinya dan menyentuh dada jurnalis perempuan itu.”Dia menjerit, dan melarikan diri ke dalam ruangan," lanjut laporan itu.

"Tapi dia mengejarnya dan melemparkannya ke tempat tidur dan mencoba untuk memaksa jurnalis itu. Si jurnalis mengatakan, bahwa dia mendorong wakil pemimpin PIJ dan berteriak di depan wajahnya, ‘Apa Anda tidak tahu, Yang Mulia Sheikh, perzinahan itu kejahatan?"

Wakil bos Jihad Palestina itu pun menjawab pertanyaan jurnalis wanita tersebut.”Saya akan menikah dengan Anda, setelah kita selesai.” Menurut jurnalis tersebut, al-Nakhaleh kemudian berdiri dan meninggalkannya dalam keadaa shock selama dua jam.

Sejak kasus itu mencuat, pejabat PIJ di Gaza menelepon Amal Ahmed dan menawarkan sejumlah uang sebagai kompensasi agar tidak menuntut al-Nakhaleh. "Saya katakan kepadanya, saya tidak menginginkan uang Anda," katanya seperti dikutip Jpost, semalam. Sebaliknya pihak PIJ meyakini, jurnalis itu menjalankan skenario Mossad untuk menjatuhkan citra PIJ.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
3 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
5 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
6 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
8 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
8 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
10 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved