Gencatan Senjata Jadi Tolak Ukur Sanksi AS pada Rusia
Rabu, 10 September 2014 - 12:35 WIB
Gencatan Senjata Jadi Tolak Ukur Sanksi AS pada Rusia
A
A
A
WASHINGTON - Diam-diam ternyata Amerika Serikat (AS) sudah mempersiapkan sanksi terbaru untuk Rusia terkait krisis di Ukraina. Namun, AS dikabarkan masih menangguhkan sanksi itu karena masih melihat perkembangan gencatan senjata di Ukraina.
“Pemerintah sedang menyelesaikan proses penyusunan sanksi baru terhadap Rusia. Namun, keputusan akan jatuh atau tidaknya sanksi itu tergantung perkembangan terbaru di Ukraina,” ungkap Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, seperti dilansir Itar-tas, Rabu (10/9/2014).
Harf mengatakan, calon sanksi baru yang akan dijatuhkan AS akan menargetkan pada sektor keuangan, sektor energi dan pertahanan Rusia. “Kami sedang melakukan pembahasan dengan pihak Uni Eropa (UE) untuk membahas sanksi terbaru ini,” ucap Harf.
''Kita akan melihat apakah sanki itu akan jadi diterapkan atau tidak dalam beberapa hari ke depan,” Harf menambahkan.
Namun, dirinya menolak berkomentar ketika disinggung apakah sanksi bagi Rusia akan sepenuhnya dibatalkan bila perdamaian benar-benar tercipta di Ukraina. Sebelumnya, UE sendiri akhirnya menangguhkan sanksi baru bagi Rusia yang harusnya diterapkan Senin kemarin. Penangguhan ini karena adanya desakan dari beberapa negara UE untuk memberikan kesempatan kepada Rusia untuk membuktikan niatnya dalam mendukung upaya damai di Ukraina.
“Pemerintah sedang menyelesaikan proses penyusunan sanksi baru terhadap Rusia. Namun, keputusan akan jatuh atau tidaknya sanksi itu tergantung perkembangan terbaru di Ukraina,” ungkap Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, seperti dilansir Itar-tas, Rabu (10/9/2014).
Harf mengatakan, calon sanksi baru yang akan dijatuhkan AS akan menargetkan pada sektor keuangan, sektor energi dan pertahanan Rusia. “Kami sedang melakukan pembahasan dengan pihak Uni Eropa (UE) untuk membahas sanksi terbaru ini,” ucap Harf.
''Kita akan melihat apakah sanki itu akan jadi diterapkan atau tidak dalam beberapa hari ke depan,” Harf menambahkan.
Namun, dirinya menolak berkomentar ketika disinggung apakah sanksi bagi Rusia akan sepenuhnya dibatalkan bila perdamaian benar-benar tercipta di Ukraina. Sebelumnya, UE sendiri akhirnya menangguhkan sanksi baru bagi Rusia yang harusnya diterapkan Senin kemarin. Penangguhan ini karena adanya desakan dari beberapa negara UE untuk memberikan kesempatan kepada Rusia untuk membuktikan niatnya dalam mendukung upaya damai di Ukraina.
(aww)